Direktur RSUD Batara Guru Beri Reward Kepada Pegawai Kinerja Terbaik

0 Komentar

UPOS, Luwu- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa Kabupaten Luwu memulai tradisi memberikan penghargaan (reward) kepada para pegawai dan tenaga medisnya yang memiliki kinerja terbaik sebagai bentuk upaya motivasi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Direktur RSUD Batara Guru, dr Daud Mustakim dalam Apel Pagi di halaman rumah sakit, Senin (12/10/2020). Dirinya mengatakan bahwa pemberian penghargaan tersebut akan menjadi tradisi dimasa kepemimpinannya dan akan dilakukan setiap saat untuk bisa terus menggenjot kinerja para pegawai dan tenaga medis dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Motivasi memiliki peranan penting dalam membangkitkan etos kerja bagi pegawai. Tanpa adanya motivasi, pegawai akan cenderung memiliki kinerja yang kurang memuaskan. Apalagi dirumah sakit, kita sebagai pelayan publik harus memperikan pelayanan optimal kepada masyarakat sehingga dibutuhkan konsentrasi dan etos kerja yang baik dari semua pegawai dan tenaga medis”, ucap dr Daud Mustakim.

Menurutnya setiap pegawai dan tenaga medis merupakan aset berharga dalam sebuah organisasi. Karena itu, kata dia harus terus ada upaya untuk memotivasi demi meningkatkan kesadaran terhadap tugas dan tanggungjawab serta kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Pegawai dan tenaga medis tidak mesti harus semua pintar, tapi yang mau belajar dan meningkatkan kapasitas itu yang perlu. Pemberian reward ini tidak ditentukan waktunya, kapanpun, ketika ada pegawai dan tenaga medis yang memperlihatkan kinerja yang memuaskan maka akan diberikan reward saat apel pagi dihadapan teman-temannya agar yang lain juga ikut termotivasi. Jangan dilihat dari nilainya, tetapi itulah bentuk penghargaan pimpinan terhadap kinerja para pegawai dan tenaga medis”, ujarnya.

Hari ini, reward diberikan kepada tenaga medis di Perawatan Jiwa Amarilis, yang diwakili oleh Kepala Ruangan, Yusriani, atas Kerjasama tim dalam memberikan pelayanan dan perhatian optimal kepada pasien dengan gangguan kejiwaan.

Penulis : *
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment