Di Toraja Seorang Polisi Sebar Opini Negatif Di Medsos, Kabid Humas : Itu Asumsi Pribadi Tanpa Bukti

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana. (Ist)

UPOS, Makassar – Viral di media sosial TikTok, pernyataan anggota polisi meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membenahi Korps Bhayangkara.

Adalah akun TikTok @Pa Clara St yang mempostingnya. Dalam postingannya, nampak seorang anggota polisi yang mengaku bernama Aksan, anggota Binmas Polres Toraja. Dia minta Kapolri membersihkan Polri dari mafia.

Menurutnya, Polri sekarang makin tidak karuan. Kata dia, dari awal sudah tidak bagus. Semisal dari sisi penerimaan. Kata polisi yang mengaku bernama Aksan itu masuk Polri harus bayar. Mau pindah posisi katanya juga harus bayar.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana membantah dan mengatakan, oknum anggota tersebut memberi pernyataan pribadi atau asumsi sendiri dan tidak didukung dengan data dan bukti.

Komang menduga, pernyataan anggota tersebut karena keberatan dan kecewa dirinya dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tator, karena dilaporkan telah mempreteli sepeda motor dinas.

“Jadi AIPDA A ini sebelumnya diperiksa oleh propam Polres Palopo karena mempreteli sepeda motor dinas, namun dimutasi ke Polres Tator sehingga penanganan perkaranya dilimpahkan ke Polres Tator,” ungkap Kabid Humas, ditemui di ruangannya,” Jumat (2/12/2822).

“Propam Polres Tator juga sudah melakukan Sidang Disiplin dengan putusan Penundaan Pendidikan selama 6 (enam) bulan,” lanjut Kabid Humas.

Komang menegaskan, perbuatan AIPDA A yang telah membuat rekaman video opini negatif tentang institusi Polri dan tersebar di media sosial, tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Olehnya itu, lanjut Komang, Propam langsung Melakukan pemeriksaan pelanggaran Disiplin dan/atau Kode Etik Profesi Polri terhadap tindakan AIPDA A ini.

Dalam pemeriksaan, kata Kabid Humas, . AIPDA ini telah membuat rekaman video klarifikasi dan permintaan maaf, bahwa pernyataannya, tidak ada niat untuk menyebarkan dan hanya ingin mengirim temannya.

< Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana membantah penyataan AIPDA A bahwa hanya dirinya dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tator sedangkan 2 orang yang dilaporkan anggota Subbagsarpras Polres Palopo.

“Jadi yang sebenarnya aduan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Propam Polres Palopo, dimana AKP Abd. Hamid bersama 2 (dua) anggota Subbagsarpras yang dilaporkan Aipda A telah disidang Disiplin dan dijatuhi hukuman disiplin,” katanya.

Dikatakannya, AKP Abd. Hamid dihukum berupa Teguran Tertulis, BRIPKA Zakaria dari Polres Palopo, dihukum berupa Penempatan Pada Tempat Khusus selama 21 (dua puluh satu) hari dan BBRIPKA Adi mendapat hukuman berupa Penempatan Pada Tempat Khusus selama 21 (dua puluh satu).

Selain itu, Kabid Humas juga menyampaikan, Catatan Personil (Catpers) AIPDA Aksan selama bertugas di Polres Palopo dengan akta.

“Pada tahun 2012 melakukan pelanggaran Disiplin yaitu mengeluarkan kata-kata kasar kepada Ernawati dan proses pemeriksaan oleh Seksipropam Polres Palopo dengan putusan Sidang Disiplin berupa Teguran Tertulis,”ungkap Komang, kepada media.

Selain itu, lanjut Komang, Pada tahun 2017 melakukan penarikan mobil Leasing dan telah dilakukan proses pemeriksaan dengan putusan Sidang Disiplin berupa Penempatan pada Tempat Khusus selama 21 (dua puluh satu). (*)

Pos terkait