Cerita Seorang Suku Badui Dijamin Masuk Surga Gegara Tak Kenal Rasulullah SAW

0 Komentar

UPOS, Makassar- Nabi Muhammad SAW memang pembawa rahmat semesta (Rahmatan lil ‘Aalamin) dari Allah SWT untuk umat manusia.

Beberapa kisah mungkin yang kita anggap sepele, justru menjadi rahmat bagi seseorang dan diganjar surga oleh Allah SWT di hari akhir.

Seperti kisah seorang Suku Badui Arab, yang diceritakan oleh Ustadz Asroni Al-Paroya, Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia, dikutip dari Okezone.com.

Ceritanya, orang Suku Badui Arab ini sedang melakukan tawaf di Kakbah sembari berzikir menyebut “Ya Karim, Ya Karim, Ya Karim”.

Zikir orang Suku Badui Arab itu didengar oleh Rasulullah SAW, yang berada di sampingnya. Karena merasa tertarik, akhirnya Rasulullah pun meniru zikir orang Suku Badui Arab itu dan ikut berlari-lari di belakangnya.

Merasa “diintai”, orang Suku Badui Arab itu pun risih dan menegur Nabi Muhammad SAW.

“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokku, karena aku ini adalah orang Arab Badui? Kalau bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah,” kata orang Badui itu.

Rasulullah langsung tersenyum mendengar protes orang Badui itu.

“Apakah engkau tidak mengenali Nabi-mu, wahai orang Arab ?,” tanya balik Rasulullah.

Lalu, dengan tegas orang Badui itu menjawab, “Tidak”.

Rasulullah makin terheran dan kembali melancarkan pertanyaan lanjutan.

“Jadi bagaimana kau mengimaninya?,” tanya Rasulullah

Dengan begitu percaya diri, orang Badui menjawab, “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan sabdanya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya”.

“Wahai orang Arab, aku ini Nabimu di dunia dan pertolonganmu di akhirat,” timpal Rasulullah setelah mendengar keteguhan jawab orang Badui itu.

Mendengar pernyataan Rasulullah SAW, orang Badui itu begitu kaget dan tetiba bersujud ingin mencium kakinya. Tapi, Nabi Muhammad SAW tak membiarkannya dan justru mengangkat badan orang Badui tersebut.

Menyaksikan peristiwa itu, malaikat Jibril tiba-tiba datang membawa kabar dan pesan dari Allah SWT.

“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan berpesan: Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar.”

Rasulullah SAW pun menyampaikan apa yang disampaikan Allah SWT melalui malaikat Jibril orang badui tersebut

Lalu, orang Badui itu membalas, “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya. Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar maghfirahnya.”

“Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luas pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya,” ujar orang dari Suku Badui tersebut.

Mendengar pernyataan orang Badui tersebut, Rasulullah SAW pun tak bisa membendung air matanya, hingga mengalir membahasai janggutnya.

Pada saat itulah malaikat Jibril turun untuk yang kedua kalinya dengan membawa pesan yang menggemberikan.

“Berhentilah engkau menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga ‘Arsy lupa dengan bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di surga nanti,” ucap Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment