Bingkai Lensa PFI Makassar, “New Normal : Life After Pandemic”

  • Whatsapp

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Makassar, menggelar Pameran Foto bertajuk “New Normal : Life After Pandemic”, di Tokyo-Shibuya, Ground Floor, Phinisi Point (Pipo) Makassar, 10-16 Januari 2022. (Ist)

UPOS, Makassar – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Makassar, menggelar Pameran Foto bertajuk “New Normal : Life After Pandemic”.

Sebanyak 177 foto bakal dipamerkan di Tokyo-Shibuya, Ground Floor, Phinisi Point (Pipo) Makassar, 10-16 Januari 2022.

Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan diskusi fotografi dan peluncuran buku bertajuk New Normal. “Rencananya acara ini bakal dibuka Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto,” terang Ketua Panitia Pameran, Moh Niaz Sharif.

“Sedangkan Diskusi Foto yang menghadirkan pembicara, Junaidi Sudirman dan Tawakkal Basri serta Adwit Pramono sebagai moderator akan berlangsung, Sabtu, 15 Januari mendatang,” sambung pria berkacamata ini.

Ketua PFI Makassar, Iqbal Lubis berharap kegiatan ini memberikan kontribusi positif dengan menyebarkan fakta-fakta kepada masyarakat yang terekam lewat lensa para pewarta foto.

“Juga karya foto teman- teman pewarta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat,” harapnya.

Karya pewarta foto ini, kata Iqbal, akan menjadi foto bersejarah, bagaimana Indonesia khususnya Makassar menghadapi pandemi Covid-19 yang mewabah hampir diseluruh negara di dunia.

“Seperti karya foto fotografer FAJAR, Abe Bandoe yang mengambarkan bagaimana pemilihan kepala daerah di Indonesia tetap dilaksanakan meski di tengah pandemi,” ucapnya.

Ada pula karya Andri Saputra fotografer Rakyat Sulsel yang menggambarkan pasien Covid-19 menjalani isolasi apung di KM Umsini yang menjadi pusat isolasi terpadu di Makassar. Isolasi apung yang merupakan gagasan Pemkot Makassar tersebut belakangan dicontoh oleh beberapa negara lainnya.

Ketua Tim Kurator, Tawakkal Basri mengatakan, liputan selama masa pandemi akan menjadi dokumentasi sejarah yang akan selalu dikenang selamanya.

“Ada 177 foto dari 27 fotografer jurnalis yang mengabadikan pandemi lewat bingkai lensanya. Mereka turun meliput, berusaha membuat visual yang kuat dan memiliki pesan yang dalam,” ungkapnya. (*)

Pos terkait