“Ada Surga di Maryland”, Literasi dan Perjalanan Santri Indonesia

  • Whatsapp

Sekjend Penpro Pusat, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) bersama Satgas Literasi Kemendikbud Yanuardi Syukur, bicara literasi di depan guru-guru Literat Kota Makassar, di cafe Coffe Toffe di Jalan Urip Sumihardjo, Sabtu (18/12/2021). (Ist)

UPOS, Makassar – KGL dan Forum Nasional Alumni Rumah Penulis Indonesia (Rumpi), Series Inspiratif Menulis Buku, bertempat di Coffe Lovers, Jalan Perintis Kemerdekaan samping UMI, Kota Makassar, Sabtu (18/12/2021) sore.

Ditangkaikan kopdar bareng plus bedah buku, “Ada Surga di Maryland” Perjalanan Santri Indonesia di Amerika oleh Yanuardi Syukur.

Siapa yang tidak kenal Yanuardi Syukur. Ketika namanya di ketik di mesin pencari, maka muncul banyak informasi tentang beliau, salah satunya adalah dosen antropologi, penulis dan pembicara nasional, juga tergabung dalam beberapa lembaga besar nasional dan internasional.

Dalam bincang santai dan bedah buku, “Ada Surga di Maryland”, yang dilaksanakan di cafe Coffe Toffe, ia banyak berkisah bagaimana memulai semangat dan komitmennya untuk menulis.

Bermula sebagai mahasiswa Unhas yang kerja sambilan sebagai loper koran, penulis kampus hingga akhirnya menulis membawa beliau ke jenjang karier yang luar biasa.

Dalam bincang tersebut beliau menjelaskan, bahwa semua kegiatan yang kita lakukan, dapat kita tulis. Setiap tulisan, setiap foto, pasti memiliki nilai yang dapat dibagikan ke orang lain. Beliau juga selalu mengingatkan kepada peserta, agar menulis selalu menyisipkan pesan moral dan nilai-nilai agama.

Hal senada, juga di sampaikan oleh Sekjend Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) di awal pembukaan kopdar tersebut, bahwa komunitas KGL diharapkan menjadi katalisator pergerakan literasi di kalangan guru SD.

Dikatakannya, bagaimana memulainya? Sebelum kebiasaan menulis diterapkan pada diri sendiri, usahakanlah selalu menyisihkan waktu untuk membaca selama 25 menit setelah salat subuh atau waktu yang nyaman menurut pribadi.

“Setelah membaca, luangkan waktu untuk menuliskan apa saja selama 35 menit. Dalam 1 menit, kita dapat membaca 300 kata, bayangkan jika setiap guru dapat membaca dan menulis 2 halaman perhari, berapa tulisan yamg didapatkan dalam setahun. Jika dirata-ratakan guru akan membaca dan menulis sebanyak 20 buku,” paparnya.

Sekjend Penpro Pusat, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) bersama Satgas Literasi Kemendikbud Yanuardi Syukur, bicara literasi di depan guru-guru Literat Kota Makassar, di cafe Coffe Toffe di Jalan Urip Sumihardjo, Sabtu (18/12/2021). (Ist)

Budaya ini harus terus digerakkan. Jangan bosan mengajak guru bergerak. Kegiatan literasi adalah jalan jihad bagi Bachtiar, yang coba ditularkan pada guru SD di Komunitas Guru Literat (KGL).

Ia juga berbagi pengalaman, tentang perjuangan gerakan literasi di kabupaten Sulsel dan di Indonesia. Turut hadir tokoh literasi Sulbar, Andi Wawan yang juga anggota FLP Sulbar ini.

Diakhir acara, Bachtiar Adnan Kusuma berbagi tips agar semangat menulis terjaga dan kita tidak minderan, yaitu dream (mimpi), action (bertindak) dan pray (berdoa).

Perbincangan yang diselingi dengan canda tawa tersebut, sangat memberi banyak insight bagi peserta. (*/Arman)

Pos terkait