Warga Palestina Akui Lezatnya Kapurung Luwu Timur

oleh

UPOS,Luwu Timur – Kapurung salah satu makanan khas masyarakat Tana Luwu tenryata pas dilidah warga Palestina. Buktinya makanan khas orang Luwu ini diakui kelezatannya oleh Syaikh Muhammad Rojad Al Dahsyan saat melakukan Safari Ramadhan di Kecamatan Tomuni Kabupaten Luwu Timur.

Muhammad Rojad datang ke Luwu Timur bersama tim kemanusiaan One Care di terima langsung Muhammad Thorig Husler.

Saat melakukan Tarawih di Kecamatan Tomuni inilah mereka di suguhkan Kapurung yang diracik juru masak di rumah jabatan Camat Tomuni.

“Alhamdulillah makanan ini thoyyib ladzidz , Atinya semuanya lezat. ” kata Syaikh Rojad

Makan kapurung yang lagi hangat ini membuat Syaikh Rojaf berkeringat.

Siapapun yang datang ke Luwu Timur harus mencicipi makanan khas Kapurung, karena makanan ini tidak bisa punah di Tana Luwu. Sehingga kapurung ini akan menjadi kesan saat tamu itu pergi dari Luwu Timur.

Safarai Ramadhan yang dilakukan Imam dari Gaza Palestina Syaikh Muhammad Ziyad Rojad Al Dahsyan bersama tim nya pada dasarnya membawa misi kemanusiaan.

Ada 90 kota di Indonesia mereka datangi dalam program Safari Ramadhan bertujuan Menghidupkan Masjid dan meminta bantuan umat muslim di Nusantara.

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler mengatakan, sebagai muslim sepatutnya kita membantu saudara yang tertindas di Palestina dalam bentuk infaq atau sedekah, tanpa melihat nilai besar atau kecil karena semua bantuan akan sangat bermanfaat untuk mereka.

Sebelum berpisah, Syaikh Muhammad Rojad mengucapkan terima kasih kepada Bupati Luwu Timur, “Alhamdulillah terima kasih atas support jajaran Pemerintah dan masyarakat Luwu Timur yang sudah sukarela membantu kami,” jelasnya.

Jelang 3 hari keberadaan di Luwu Timur, Tim One Care Indonesia telah menerima Infaq senilai 70 jutaan baik cash maupun transfer, USD $1,000 dan sebuah cincin yang oleh Kepala Cabang One Care Luwu Raya, Bahtiar disebutkan bahwa dana yang terkumpul akan disumbangkan untuk daerah terdampak bencana alam di Indonesia dan korban peperangan di Palestina, Suriah, Yaman, Somalia, begitu juga pengungsi Rohingya.

“Terima kasih Luwu Timur, Insha Allah besok subuh kami di Desa Lagego Burau, Tarwih di Desa Laro dan paginya berangkat ke Belopa. 1-10 Ramadhan, Syeikh akan berada di Tana Luwu lalu 11-25 Ramadhan akan berada di Makassar dan sekitarnya, lalu kembali ke negara masing-masing,” jelas Bahtiar. (UjungpandangPos/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *