Warga Desa Harapan Butuh Pengaspalan Sampai Perpanjanjangan Dermaga

0 Komentar

UPOS, Luwu Timur – Memasuki masa sidang kedua pembahasan anggaran APBD Pokok 2021, Najamuddin Anggota DPRD Lutim melakukan Reses Perorangan di Desa Harapan. kecamatan Malili.

Reses berlangsung di Dermaga Desa Harapan. Rabu (4/11/2020 ).

Dalam reses ini banyak usulan masyarakat yang dianggap mendesak untuk di programkan di APBD Pokok.

Reses perorangannya di hadiri oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Malili, Dinas Pendidikan, Dinas PU dan Dinas Pertanian dan para Kepala Desa serta warga .

Suradi, Warga Desa Harapan, meminta jalan sepanjang 2 Km di Dusun mekarti yang menuju ke lokasi pemakaman segera di Aspal. Alasannya jika ada yang meninggal warga harus menggotong jenazah selama 2 KM karena kendaraan tidak bisa masuk.

Kemudian di sarana air bersih, hingga saat ini belum ada rehabilitasi perpipaan.

Kemudian untuk Pengecer Pupuk.

Suradi mengusulkan jika bisa di desa Harapan, Pasi -Pasi dan Laskap harus ada satu pengecer pupuk. Sebab selama ini warga membeli pupuk di Lakawali, tentunya sangat jauh tempatnya dan selalu kehabisan stok . ” Jadi ini sangat menyulitkan petani. ” Ujarnya.

Selanjutnya Darwis ketua RT Desa Harapan, menyampaikan . Penambahan panjang dermaga sepanjang 150 meter. Usulan ini sudah sering disampaikan setiap kali ada Reses dan Musrembang.

Kemudian , meminta Lapangan sepak Bola Desa Harapan segera dibangun dengan layak, sehingga menjadi tempat aktivitas olah raga warga .

Ia juga menyampaikan permasalahan yang dihadapi warga yang tinggal di lahan usaha satu tdak bisa mengurus sertifikat lahannya karena ternyata daerah tersebut masuk dalam. Kawasan Hutan lindung. ” Itu ada sekitar 45 Hektar. Kalau bisa ini dibantu agar bisa keluar dari kawasan Hutan Lindung. Agar warga yang tinggal di daerah tersebut memiliki kepasrltian hukum.

Menanggapi aspirasi tersebut, Najamuddin mengatakan Reses perorangan DPRD Lutim dilakukan 3x setahun . Tujuannya melakukan temu konstituen untuk mengetahui apa aspirasi masyarakat terkait kelanjutan pelaksanaan pembangunan di Luwu Timur.

Yang kita lakukan hari ini adalah kita tengah membicarakan kelanjutan pembangunan . Olehnya itu jangan ada yang pesimis karena terbawa arus Politik Pilkada.

” Kita lupakan sejenak Pilkada, saya datang ke sini bukan membawa Paslon atau tim sukses, kita membicarakan agenda rakyat yang akan dibahas di APBD Pokok 2021. Jadi paham ya bapak ibu seklaian. ” Ungkap Naja.

Naja menjelaskan syarat mengusulkan sebuah program itu ada tiga hal yang harus bapak ibu ketahui. Yaitu harus selaras dengan visi misi pemerintah saat ini, memiliki asas manfaat untuk orang banyak dan memperhatikan kekuatan keuangan daerah.

Terkait pengaspalan jalan menuju lokasi pemakaman dinilai sangat mendesak tahun ini saya pastikan masuk di APBD Pokok . ” Karena ini sangat mendesak dan penting. ” Ujar Naja.

Selanjutnya air bersih, Sebenarnya tahun ini di APBD perubahan itu sudah diprogramkan . Dan ini harus selesai sebelum 15 Desember 2020. Nanti saya telusuri dimana itu dipasang pipanisasinya.

Untuk Pengecer pupuk. Saya sampaikan Kalau ada yang mau jadi Pengecer pupuk siapkan ki modal. Kita sama sama urus. Untuk memudahkan petani mendapat pupuk sudah seharusnya di Desa Harapan ini ada satu pengecer pupuk.

Demikian juga usulan penambahan panjang dermaga. Ini pengurusannya sampai ke kementerian. Tapi dermaga ini tidak ada penimbunan , dan bukan juga untuk dermaga penyeberangan, jadi sangat bisa dianggarkan lewat APBD.. Sisa pengurusannya ini yang kita genjot. ” Tutup Najamuddin. (UjungpandangPos/***)

Penulis : ***
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment