Usai 13 Tahun Terbengkalai, Kini Pelabuhan Lampia Beroperasi

oleh

UPOS, Luwu Timur- Pelabuhan Lampia yang berada di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, resmi beroperasi menjadi pelabuhan bongkar muat barang, Jumat (6/7/2018).

Peresmian pengoperasian pelabuhan ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pengapalan minyak sawit setengah jadi sebanyak 2300 Ton oleh Bupati Luwu Timur, Muh.Thorig Husler bersama Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Rencananya 2300 Ton minyak kelapa sawit setengah jadi ini akan dikirim ke Geresik melalui KM Victor I.

Menurut Husler, perjuangan untuk mengoperasikan Pelabuhan Lampia ini cukup panjang. “Tiga Blbelas tahun kita berjuang ke pusat akhirnya sekarang bisa kita operasikan sebagai pelabuhan bongkar muat barang, “ujar Husler.

Minyak Sawit setengah jadi yang di kapalkan saat ini berasal dari PT Bumi Maju Sawit yang selama ini beroperasi di Kecamatan Angkona. Dengan beroperasinya Pelabuhan Lampia ini, otomatis pengiriman CPO yang selama ini menggunakan Pelabuhan Tanjug Ringgit Palopo dihentikan.

“Saya sudah minta ke pihak perusahaan pengelola sawit di Luwu Timur, kalau bisa pengiriman minyak sawit setengah jadi ini dilakukan di Pelabuhan Lampia saja. Dan Terima kasih pada PT BMS perusahaan yang pertama kali melakukan pengiriman CPO nya dari Pelabuhan Lampia, “tambah Husler.

Husler berharap proses pengiriman sawit setengah jadi ini dilakukan dua kali dalam sebulan, sehingga aktivitas pelabuhan meningkat dengan sendirinya, sehingga akan memacu pertumbuhan ekonomi khususnya warga di sekitar Lampia.

“Saya mau nanti tenaga bongkar muatnya orang Luwu Timur, sehingga ada pendapatan warga dari aktivitas pelabuhan ini, “tandas Husler.

Setelah PT BMS, Husler juga akan melobi PTPN IV untuk melakukan pengiriman CPO nya lewat pelabuhan Lampia, termasuk juga PT Vale. Dengan demikian pelabuhan ini menjadi ramai dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Luwu Timur.

“Tugas Pemerintah Daerah Luwu Timur saat ini adalah mempercepat kelengkapan fasilitas pelabuhan. Saat ini jaringan listrik, air bersih sudah dipasang, sisa dikoneksikan saja, “kata Husler.

Selanjutnya menurut Husler, adalah membangun tangki timbun, membangun gudang, termasuk menyambung jalan beton yang tersisa sekitar 2 Km, serta tak kalah pentingnya adalah jaringan seluler, karena di wilayah Pelabuhan Lampia signal hanphone tidak ada.

“Ini semua yang akan kita kebut sehingga pelabuhan ini menjadi urat nadi perekonomian di Teluk Bone, “tutup Husler.(Ujungpandang Pos/Momo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *