Trend Narkoba di Lutim Meningkat, Apa Solusi Jitunya

oleh

UPOS,Luwu Timur – Kapolres Luwu Timur dan Wakil Bupati Luwu Timur, sepakat menetapkan Kabupaten Luwu Timur darurat Narkoba.Sudah 29 orang tersangka Narkoba ditangkap sejak Januari – Februari 2019.

Dari penangkapan itu sekitar 40 Persen adalah berstatus Pelajar juga ada ASN. Demikian Kata Kapolres Luwu Timur, AKBP Leonardo Panji Wahyudi saat menggelar Konfrensi Pers di Polres Luwu Timur, Kamis , (14/2/2019)

Menurut Leonardo, Jika mengukur dari kinerja Satuan Narkoba ini dianggap suatu keberhasilan,  tetapi ini juga menyedihkan buat kami penegak hukum. Karena trend perkaranya naik dari tahun ke tahun.

Padahal selain menangkap kami juga termasuk BNK Kabupaten Luwu Timur gencar melakukan sosialisasi pencegahan ke sekolah-sekokah sampai ke desa – desa. Tetap saja peredaran Narkoba terjadi di Lutim.

Barang Bukti yang di diperlihatkan dari penagkapan tersebut, Seperti Paket Sabu-sabu, Ratusan biji Pil THD , berbagai jenis Hand phone, berbagai bentuk Bong, Sejumlah Uang Tunai dan  dua buah kendaraan roda empat dan 7 unit kendaraan roda dua.

” Jadi saat ini Luwu Timur boleh di bilang Darurat Narkoba, dan butuh peran semua pihak termasuk orang tua untuk ikut melakukan pencegahan ” Ujar Kapolres

Untuk memberikan efek jera, tak satupun dari tersangka Narkoba ini diberikan Rehabilitasi, semua perkaranya akan di limpahkan ke kejaksaan dalam waktu dekat ini.

Dari 29 tersangka ini 27 orang laki-laki, dua orang perempuan didalamnya ada berstatus pelajar dan ASN di Luwu Timur.

” TKP terbesar itu ada di Burau dengan 20 gram Sabu-sabu ” Tandas Leonardo

Wakil bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, juga ketua BNK Lutim yang menyaksikan hasil tangkapan Polres Lutim tersebut sepakat Lutim sudah Darurat Narkoba.

” Kita memang sudah Darurat Narkoba, Satu bulan dengan 29 tersangka ini menandakan peredaran Narkoba sangat tinggi di Lutim ” Ungkap Irwan

Irwan mengaku peredaran Narkoba sangat masive, salah satu faktornya karena pemakainya sangat tinggi di Lutim. Semua Narkoba ini di pasok dari luar daerah.

Untuk menekan peredaran Narkoba ini, dalam waktu dekat akan bentuk kampung anti narkoba dengan meningkatkan satgas anti narkoba untuk menjadi proyek percontohan ada kampung bebas narkoba di Lutim.

Lanjut dikatakannya, BNK Lutim juga sudah menghimbau desa -desa untuk menganggarkan ADD nya untuk program mencegah Narkoba masuk desa.

Selain itu, di jelaskannya, BNK Lutim  ini sudah masuk sepuluh besar menjadi BNN Luwu Timur. Supaya bisa mencegah dan menindak.

Terkait masa depan Pelajar dan ASN yang terjerat Narkoba, Irwan menyatakan, Untuk Pelajar akan di koordinasikan dulu dengan baik kepada Dinas Pendidikan, Pihak Sekolah, Kepolisian dan para orang tua mereka. Jalan apa yang harus di tempuh agar para pelajar yang ditangkap Narkoba  ini bisa terlepas dari ketergantungan dengan Narkoba.

” Kalau ASN jika sudah ada Vonis bersalahnya maka tidak ada kata lain selain di pecat dari ASN, dan kebetulan ini di hadapan saya ada ASN yang terlibat dia adalah tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Luwu Timur.Jadi siap-siap saja untuk di pecat ya “Tegas Irwan (UjungpandangPos/***)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *