Tak Paham, Pemilih Pemula di Lutim Bersedia Jual Suaranya

oleh

UPOS,Luwu Timur- Ketua KPU Luwu Timur Zainal dan Ketua Bawaslu Rachman Atja kaget Pemilih Pemula di Luwu Timur bersedia menjual suaranya di Pemilu 2019. Ini terungkp saat mereka hadir sebagai Pemateri dalam acara Sosialisasi Pemilih dan meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula di Pemilu 2019.

Acara ini dikemas Kesbangpol Luwu Timur, dibuka oleh Asisten satu, Dohri As’Ari , Rabu (20/2/2019) di aula Sasana Praja Kantor Bupati Lutim.

” Adek-adek Pemilih Pemula itu punya idealis, jadi kalau ada calon datang kasi ki uang untuk memilih dirinya, Uangnya diambil atau tidak,  secara spontan ratusan siswa SMA ini menjawab ,  diterima pak ” Jawab siswa

Mendengar jawaban para siswa ini Ketua KPU kaget dan tertawa, “Waduh jangan diterima, jangan dijual suara kalian, karena kalian adalah masa depan demokrasi, maka jadilah pemilih yang idealis ” Saran Zaenal

Selanjutnya Zainal menjelaskan tahapan Pemilu yang di sudah dilaksanakan KPU Lutim. Hal itu penting agar para pemilih pemula ini paham tahapan yang sudah dilakukan KPU Lutim.

Giliran Ketua Bawaslu Rachman Atja membawakan Materi tentang Pemilih Milenial. Menurut Rachman Atja jumlah pemilih pemula di Indonesia sekitar 70 juta.

Banyaknya suara pemilih pemula ini menjadi incaran semua calon . Olehnya itu pemilih pemula harus paham sedikit banyak soal aturan Pemilu.

Salah satunya melawan money Politik, karena money politik menciptakan pemilih transaksional dan itu tidak baik buat demokrasi kita. ” Jadi adik-adik mau terima uangnya kalau ada caleg datang kasi uang “Tanya Rachman

Lagi-lagi para siswa ini menjawab ” diterima pak uangnya  , sontak membuat susana jadi riuh dengan tawa

Rachman Atja menegaskan, jika kalian terlibat money politik maka  maka sanksinya adalah Pidana. “Ingat yang menerima dan yang memberi sama -sama di pidana, ini ada dalam aturan ” Tandas Rachman

“Jadi mau di Pidana adek -adek , langsung dijawab tidak pak ” Kata para  pelajar

Dohri As’Ari yang mewakili Bupati Luwu Timur, berpesan, Penyelenggara harus terus melakukan sosialisasi agar Pemilih Pemula ini tidak buta politik.

Mereka juga harus mendapat bekal agar bisa mengawasi jalannya pesta demokrasi.

“Kami Pemerintah selalu berharap pesta demokrasi ini berjalan lancar dan transparan. (UjungpandangPos/***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *