Simulasi Koordinasi Sebelum Hari H

0 Komentar

UPOS,Luwu Timur – Ancaman bencana alam di Luwu Timur kini menjadi perhatian serius, sebelum melakukan simulasi korban bencana, Pemkab Lutim dan PT Vale terlebih dahulu melakukan simulasi koordinasi antara semua lini yang terkait dengan penanganan bencana.

Simulasi koordinasi Tanggap Darurat ini berlangsung di hotel Ilagaligo Malili di hadiri Kepala Desa, Camat, Kepala Dinas, TNI,Polri dan Manajemen PT.Vale serta warga. Kamis (5/12/2019)

Menurut Zabur, Kepala BPBD Luwu Timur, dalam situasi Tanggap Darurat fungsi Koordinasi sangat penting. Agar penanganan terarah dan tepat. Koordinasi ini berjalan mulai dari proses evakuasi warga sampai pada penanganan pasca bencana.

Olehnya itu kata Zabur, Pemkab Lutim dan PT Vale sepakat melakukan terlebih dahulu simulasi Koordinasi sehingga masing-masing paham apa tugas masing-masing dalam menangani sebuah bencana hingga tuntas.

Lanjut Zabur, ancaman bencana yang menghantui Luwu Timur adalah Gagal Teknologi, dimana tiga buah Dam PT Vale dianggap momok menakutkan jika collaps.

Gagal teknologi ini bisa akibat gempa besar, bisa juga kelebihan tekanan air yang membuat bangunan Dam ambruk.

Jika bendungan ambruk maka air yang tumpah dari bendungan tersebut akan menyapu bersih pemukiman warga yang tinggal di seputar alur sungai.

Untuk itu dalam sekenario penyelamatan nanti seluruh desa yang terdampak di ikutkan dalam simulasi penanganan bencana.

” Kita tidak meminta bencana itu datang ya, tapi kita harus berusaha semaksimal mungkin meminimalisir korban, maka dari itu pihak PT Vale sudah menentukan titik kumpul warga yang di evakuasi, dan kemana warga harus menyelamatkan diri jika terjadi bendungan collaps. ” Ungkap Zabur

Usai melakukan simulasi Koordinasi, maka simulasi penyelamatan akan dilakukan pada 11 Desember 2019. Kegiatan simulasi Tanggap Darurat ini dilakukan selama tiga hari sejak 9 sampai 11 Desember 2019.

Dalam simulasi nanti Pihak Vale sendiri akan menurunkan seluruh fasilitasnya termasuk personilnya yang sudah terlatih untuk berkaloborasi dengan tim Basarnas membimbing relawan dalam melakukan proses evakuasi.

Informasi simulasi besar -besaran ini sempat membuat warga Malili panik dan was -was, banyak warga bertanya apakah bendungan PT Vale akan jebol akibat gempa. Dan dampak lainnya yang paling nampak adalah mesjid tiba -tiba ramai oleh jamaah. Dimana warga selain beribadah lima waktu juga berdoa agar dijauhkan dari bencana besar di Lutim. (UjungpandangPos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment