Pjs Walikota Palopo Sambut Kedatangan Turis Mancanegara di Pelabuhan Tanjung Ringgit

oleh
oleh
Palopo menjadi salah satu daerah yang kerap kali dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Pada Jumat (06/04/2018) pagi tadi, sedikitnya 167 turis mancanegara yang menumpangi Kapal Pesiar MV Sebourn Cruise memilih berlibur di Palopo kembali berlabu di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo.

UPOS, Palopo – Palopo menjadi salah satu daerah yang kerap kali dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Pada Jumat (06/04/2018) pagi tadi, sedikitnya 167 turis mancanegara yang menumpangi Kapal Pesiar MV Sebourn Cruise memilih berlibur di Palopo kembali berlabu di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo.

Kedatangan mereka disambut baik pihak Pemkot Palopo dan Kedatuan Luwu. Mereka mengunjungi Istana Kedatuan Luwu dan berkeliling di Kota Palopo dengan mengendarai becak dan sebagian memilih berjalan kaki.

Andi Enceng, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kota Palopo, mengaku kedatangan para turis itu telah dipersiapkan sebaik-baiknya, seperti sarana dan prasarananya untuk menyambut kedatangan tamu mancanegara tersebut.

Sementara itu Pjs Wali Kota Palopo, Andi Arwien Azis, saat menyambut kedatangan mereka, memperkenalkan Kota Palopo, mulai dari sejarah hingga objek wisatanya.

Andi Arwien menjelaskan, Palopo adalah salah satu kota di Sulawesi Selatan Indonesia, dikenal sebagai Bumi Sawerigading. Dimana sawerigading adalah ayah dari Lagaligo, Tokoh utama dalam epic I Lagaligo yang terkenal itu.

Jarak dari Makassar ke Palopo dapat ditempuh dengan jarak 365 km, dan dari Palopo ke Tana Toraja dapat ditempuh dengan jarak 80 km.

Kota Palopo terdiri dari 9 Kecamatan dan 48 Kelurahan dengan luas area 247.630 Km2 dan jumlah penduduknya 129.789 jiwa dengan pertumbuhan 1,03 %.

“Potensi pariwisatanya terdiri dari wisata alam dan wisata budaya. Anda dapat mengunjungi pasar tradisional, kampong nelayan atau objek lainnya dengan becak.
Saat ini, palopo dapat di akses dengan tiga mode transportasi. Lewat darat dapat dilalui dari Makassar, Toraja Utara dan Luwu Utara. Melalui laut melalui Tanjung Ringgit, serta Udara melalui Bandara Bua,” terangnya.

Arwin juga memperkenalkan bangunan tua, Masjid Jami, yang dibangun pada tahun 1640 M oleh Pong Mante. Masjid ini beratap sirap dan ditopang oleh 1 tiang utama dan 4 tiang pendukung. Masjid Jami hingga kini menjadi salah satu khazanah peninggalan Islam tertua di Sulawesi Selatan, dan hingga kini masih dimanfaatkan.

Andi Arwien juga menyampaikan terima kasih untuk kesempatannya memberikan ucapan
selamat datang di Palopo, Hatinya Sulawesi.

“Semoga perjalanan dan liburannya menyenangkan di Kota Palopo dan membawa kesan baik ke negaranya,” ucap Arwin. (Hms)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *