Pak Bupati, Kapan Warga Lutim Dilatih Tanggap Bencana

  • Whatsapp

UPOS,Luwu Timur – Pemda Lutim didesak segera Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Bencana kepada masyarakat. Sebab selama ini masyarakat belum pernah mendapat petujuk atau latihan cara menyelamatkan diri bila terjadi Gempa besar. Demikian Muhammad Nur, Wakil Ketua Bidang Relawan PMI Lutim, Jumat (26/7/2019)

Muhammad Nur menilai Pemerintah Lutim terkesan lamban, padahal mereka selalu mengumunkan Luwu Timur masuk dalam daftar daerah rawan bencana. Atau Daerah Tangguh Bencana.

Bacaan Lainnya

” Ini yang kami sesalkan, kenapa sampai sekarang warga tidak diberikan pelatihan menyelamatkan diri manakala terjadi gempa besar, kalau tidak percaya silahkan turun sendiri tanya langsung kemasyarakat apa mereka tahu mau lari kemana jika terjadi gempa besar “Ungkap Muhammad Nur

Pemda Lutim Kata Muh.Nur, belum ada upaya nyata yang dalam sistem siaga bencana yang berbasis masyarakat tertata dan berkelanjutan.

Seharusnya sudah terbangun sistem koordinasi antar lembaga dan antar organisasi non pemerintah terkait langkah – langkah penangan bencana, baik sifatnya, Tanggap Darurat, Rehabilatasi sampai pada tahap Rekontruksi.

“Sebelumnya di Malili pernah ada simulasi Bendungan Jebol yang dilakukan PT Vale dengan Pemerintah Lutim, tapi itu untuk antisivasi air meluap, kalau gempa bagaimana pula itu, warga di Malili saja tidak tahu mereka harus menyelamatkan diri kemana kalau ada gempa besar atau likuifaksi. Sampai sekarang tidak ada lokasi yang ditetapkan sebagai tempat untuk menyelamatkan diri. ” Papar Muhammad Nur

Muhammad Nur menilai sepertinya Pemerintah Luwu Timur terkesan lamban atau menganggap sepele dengan ancaman Bencana Alam ini. Muhammad Nur menegaskan kritikan ini bukan untuk menimbulkan kepanikan , tapi lebih mengingatkan Pemerintah Luwu Timur agar tidak membuat kuburan massal bagi warganya.

” Memang soal mati itu kapan saja dan dimana saja bisa terjadi, tapi alangkah berdosanya pemerintah kita yang sudah tahu bahwa daerah nya daerah rawan bencana, banyak pemukiman warga berada dijalur gempa , tapi hanya tinggal diam tanpa upaya untuk meminimalisir resiko, itu satu kebodohan ” Kunci Muh.Nur.(UjungpandangPos/****)

Pos terkait