Mitigasi Bencana Untuk.Hadapi Kemungkinan Terburuk

0 Komentar

UPOS,,Luwu Timur – Sebanyak 60 Relawan Tanggap Bencana Alam Luwu Timur mengikuti latihan penyelamatan korban. Latihan ini dibimbing langsung oleh Tim Fire Rescue PT Vale, Basarnas dan BPBD Lutim.

Relawan ini dipersiapkan pemerintah Luwu Timur untuk menghadapi situasi Tanggap Darurat manakala bencana alam tersebut datang.

Materi pelatihan ini lebih menitik beratkan pada upaya penyelamatan korban dari luapan air sungai. Dimana para relawan harus mahir menggunakan tali dan membuat simpulan untuk menarik korban menyeberangi sungai.

Tak hanya itu relawan juga diajari menggunakan peralatan mengangkat korban yang terjebak di daerah kemiringan. Materi latihan ini mampu dijalani dengan baik dan benar oleh para relawan.

Menurut Muh.Zabur Kepala BPBD Luwu Timur, Mitigasi bencana ini dilaksanakan selama tiga hari. Besok kata Zabur peserta bertambah menjadi 160 orang.

Rencananya besok seluruh relawan akan memasuki tahap gladi bersih. Karena pada 11 Desember 2019 seluruh tim relawan memasuki inti pelatihan yang langsung mengevakuasi warga di 9 desa yang terdampak jika bendungan PT Vale jebol.

” Hari ini materi dasar, dimana peserta diajari menggunakan tali , membuat simpul, dan mengenali berbagai fasilitas yang digunakan saat melakukan misi penyelamatan . Alhamdulillah sejauh pengamatan saya semua relawan bisa melaksanakannya dengan baik dan benar ” Ungkap Zabur

Lanjut Zabur, mitigasi bencana ini harus dilakukan agar warga siap menghadapi situasi terburuk jika ada bencana alam.Luwu Timur sendiri secara nasional sudah ditetapkan zona merah daerah rawan bencana.

Bencana Alam yang selalu menjadi ancaman penduduk Lutim adalah Gempa, Banjir dan Tanah Longsor. Olehnya itu saya berharap warga Lutim tidak boleh lengah .

Sementara pembimbing yang diturunkan dalam memberikan materi pelatihan adalah orang -orang yang sudah bersertifikasi secara nasional . (UjungpandangPos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment