Menarik dan Sangat Dalam Isi Ceramah Yang Disampaikan Sanusi Baco Di Malam Nuzul Qur’an

0 Komentar

UPOS, Luwu Timur – Tauziah Malam Nuzul Qur’an yang dibawakan oleh Ketua MUI Prov.Sulsel , Sanusi Baco, benar-benar berisi dan bermakna . Ceramahnya yang tidak membosankan ini di sampaikan dari Makassar disimak dengan seksama oleh Gubernur ,Bupati wakil Bupati dan semua Formominda serta kepala OPD melalui layar Vidcon di Rujab Bupati Lutim. Sabtu ( 09/05/2020 )

Menurut Sanusi Baco, Qur’an adalah hidayah, petunjuk buat kaum muslimin dan Petunjuk bagi Alam Semesta . Menurut Ulama Hidayah terbagi dua, ada dinamakan hidayah Ialallah, yaitu petunjuk yang diberikan oleh Allah kepada seluruh hambanya, menyangkut mana yang wajib mana yang sunat, mana yang halal dan mana pula yang haram.

Kemudian Hidayah Maunnah atau hidayah Tauhid. Petunjuk yang diberikan oleh Allah kepada seluruh Hambanya tentang ajaran-ajaran agamanya sekaligus diberikan petunjuk untuk melaksanakan apa yang ia ketahui , dan petunjuk-petunjuk Ilalalah, inilah yang selalu kita minta dalam shalat lima waktu.

Ihdinas Siratal Mustaqim, Tunjukkan lah kami jalan yang lurus. Yang dimaksud adalah melaksanakan apa yang sudah kita ketahui sebab problema yang paling besar dewasa ini bukan lagi problema Ilmu tapi problema yang besar adalah ketidak mampuan manusia melaskanakan apa yang dia ketahui.

Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah kitab suci manusia dan alam semesta sekali gus mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW. Disinilah letak perbedaan Nabi Muhammad dengan Nabi-nabi sebelumnya.Nabi-nabi sebelumnya lain kitab sucinya dan lain pula mukjizatnya.

kenapa harus berbeda. karena Mukjizat artinya Menantang.Karena yang menantang harus punya persamaan dengan yang ditantang.Contoh pemain bola baru menantang jika yang ditantang juga pemain bola. Nabi isya kitab sucinya adalah Injil. tapi Mukkizatnya bukan injil tetapi menyembuhkan Penyakit.

Nabi Musa kitab sucinya Taurat tapi Mukjizatnya adalah Sihir. kenapa harus berbeda karena umat yang ditantang berbeda. Umat Nabi Isya terkenal dibidang Kedokteran Maka hadirlah Nabi Isya dengan Mukjizat bisa menyembuhkan segala Penyakit.

Umat yang ditantang Nabi Musa terkenal dengan Ilmu Sihir. Maka hadirlah Nabi Musa dengan Mukjizat Tongkatnya yang bisa berubah jadi Ular. Akan tetapi Nabi Muhammad Kitab Sucinya adalah Alqur’an karena umat yang ditantang waktu itu ahli dalam sastra bahasa sehingga dengan mukjizat Alqur’an sampai hari ini tidak ada seorang ahli bahasa didunia ini yang dapat menandingi Alqur’an.

” Olehnya itu kewajiban kita semua untuk memelihara Alqur’an.” Ujar Sanusi Baco.

Tujuan Alqur’an diturunkan untuk memelihara lima prinsip hidup. Bahwa seluruh kaum muslimin berkewajiban memelihara agamanya, wajib memelihara Keturunannya, Wajib memelihara Akalnya, wajib memelihara Hartanya, dan terakhir wajib memelihara jiwa atau Nyawanya.

Dalam kewajiban memelihara agamanya Islam diwajibkan melaksanakan berbagai ibadah, Kewajiban memelihara Keturunan maka Islam mewajibkan Nikah dan mengharamkan Zinah, Karena Zinah merusak Keturunan. Kewajiban Memelihara Akal Islam dilarang untuk meminum minuman keras beralkohol. Menurut Dokter seluruh makanan dan minuman yang kita Konsumsi akan menjadi darah dan daging. selebihnya keluar menjadi ampas. Sebaliknya Minuman keras tidak bisa menjadi darah dan tidak menjadi daging . Dan hanya merusak akal.

Kewajiban Menjaga Harta benda Allah mengharamkan Riba, dan Kewajiban dalam memelihara Jiwa atau Nyawa, Allah Mengharamkan Pembunuhan dan Bunuh Diri. ” Kalau ada Pencuri mengambil TV ku Insa Allah jika ada rezeki TV bisa kudibeli lagi. Tapi kalau seseorang mengambil Nyawa ku, Siapa yang bisa menggantikan Nyawaku sebab Nyawa adalah bangunan Allah . Olehnya itu siapa yang membunuh atau bunuh diri berarti sudah merusak Bangunan Allah.

Itulah sebabnya kaitannya dengan Perintah dan Larangan pemerintah untuk sementara meniadakan Shalat Jumat dan Shalat Taraweh,itu tidak lain karena kita tahu rupanya itu Virus Corona ini ini selalu menyebar ditempat dimana orang berkumpul.Jika pemerintah mengeluarkan larangan dan himbauwan itu tidak lain untuk memelihara Jiwa dari pada umat itu sendiri.
( Ujungpandang Pos /*** )

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment