Masyarakat Manimpahoi Nilai Pekerjaan Jalan Lita Litae Dikerja Asal-Asalan

0 Komentar

UPOS, Sinjai- Pekerjaan proyek pengaspalan jalan Manimpahoi Lita-litae, Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, jadi pembicaraan masyarakat sekitar.

Banyak masyarakat yang menyesalkan pekerjaannya yang terkesan asal-asalan. Hal ini terlihat dari pemasangan batu dengan aspal yang sangat tipis.

Proyek pengaspalan jalan ini sangat dikesalkan masyarakat karena tipisnya aspal yang dihamparinya.

Kahar, salah satu masyarakat Desa Manimpahoi menyoroti proyek tersebut dan menganggap proyek ini dikerja asal jadi.

“Proyek pengaspalan ini hanya dikerja asal-asalan karena batu timbunan yang dipakai bukan batu cipping tapi batu sirtu yang bercampur dengan tanah, di mana pengaspalannya sangat menipis pula,” kata Kahar, saat ditemui di lokasi, pada Senin (13 /7/2020).

Kahar juga mengaku, sangat kecewa melihat realisasi pekerjaan proyek pengaspalan jalan yang dikerjakan oleh Kontraktor pelaksana PT Yabes Sarana Mandiri dan konsultan supervisi PT Selaras Cipta Magnakonsultan dengan nilai kontrak Rp.26.799.974.000.00, dan jangka waktu pelaksanaan 180 hari kerja.

“Pekerjaan proyek sangat tidak wajar sehingga mengecewakan masyarakat. Sebab terkesan dikerja asal jadi, dari bahan aspal pun sudah terlihat sangat tipis,” ujar Kahar dengan nada kesal.

Dia juga menambahkan, pihak pengawas harusnya mengawasi dengan baik dalam pekerjaan proyek tersebut sehingga pekerjaan tidak terkesan asal jadi.

“Seharusnya pihak pengawas betul-betul turun langsung kelokasi pada saat pekerjaan berlanhsung supaya kontraktor pemborong tidak asal mengerjakan jalan ini, dan apabila ada masalah dalam pekerjaan tersebut maka konsultan pengawas harus menghentikan pekerjaan dulu dari pada pekerjaan dikerja asal-asalan saja,” tegasnya.

Kahar menambahkan, seharusnya pekerjaan talud agar lebih dipikirkan lagi terkait masalah saluran airnya agar lebih dalam dan rendah dari pada bahu jalan karena saat hujan jalan ini selalu digenangi air.

“Belum berapa bulan aspal sudah retak dan berabu karena pengaspalannya tipis, dimana lagi air tergenang dibahu jalan karena saluran atau taludnya lebih tinggi dari pada bahu jalan,” Jelas warga Desa Manimpahoi ini. (*)

Penulis : Jumardi
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment