Mantan Komisioner KPU Ini Menilai Penyelenggara Kurang Begini

0 Komentar

UPOS, Palopo– Sepuluh hari jelang pelaksanaan Pemilu 2019, 17 April 2019 mendatang, mantan Komisioner KPU Palopo, Syamsul Alam angkat bicara soal seputar penyelengaraan Pemilu.

Syamsul Alam yang ditemui Ujungpandang Pos di Warkop Pojok, Wara, Kota Palopo, Minggu (7/4/2019) sore, mengungkapkan beberapa hal yang menurutnya menjadi kekurangan pada proses penyelengaraan Pemilu 2019 kali ini.

“Beban Pemilu yang kian berat, yakni secara serentak, atau secara nasional, Pilpres dan Pileg, yang dibarengi perubahan cara memilih itu sendiri, tidak dibarengi dengan sosialisasi yang maksimal oleh pihak penyelenggara, khususnya sosialisasi langsung kepada masyarakat, bagimana cara memilih yang benar, dengan banyaknya kertas suara yang akan dicoblos. Ini yang saya kira adalah kekurangan, “ujar Syamsul Alam.

Lebih jauh, Syamsul Alam mengungkapkan, dirinya sangat menyayangkan minimnya sosialisasi langsung kepada masyarakat tentang tata cara pemilihan oleh penyelengara Pemilu yang ada saat ini.

“Saat berkeliling di masyarakat, sepuluh hari jelang pemilihan, saya tidak perna menemukan sosialisasi secara masif, yang dilakukan pihak penyelenggara langsung ke masyarakat, atau kata lainnya sosialisasi aktif, klau hanya melalui video- video itu saya kira kurang menyentuh. Adakah panduan- panduang bagaimana cara memilih di TPS nantinya?, yang diberikan ke masyarakat, “tambah Syamsul.

Selain itu, Syamsul juga mengatakan bahwa pihak Caleg lah yang saat ini nampak lebih getol megajarkan atau mensosialisikan cara memilih di masyarakat. “Yang kita lihat saat ini, para Caleg lah yang sibuk menggelar sosialisasi cara memilih, khususnya mengenai kertas suara, “kata Syamsul.

Tak cuma disitu, Syamsul juga sedikit mengkritik event sosialisasi yang digelar oleh penyelenggara Pemilu, namun menurutnya kurang menyentuh langsung ke masyarakat pemilih.

“Ini kan banyak anggaran, kalau event- event seperti baru- baru ini, bagus sih, tapi itu terbatas, tidak menyentuh langsung ke masyarakat, masih banyak masyarakat tidak tersentuh, khususnya adalah bagaimana memberi pemahaman bagaimna cara memilih, serta jenis- jenis kertas suara, “tutupnya.(Ujungpandang Pos/Zadly)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment