Luwu Timur Jangan Jadi Pemulung

oleh

Upos,Luwu Timur- Pengusaha sukses daur ulang sampah ,Arianto Purnomo mengatakan, kurangnya edukasi membuat masyarakat Indonesia menjadi Pemulung.Kondisi Ini disukai oleh pengusaha asing agar bisnis daur ulang sampahnya kurang saingan.

“Mereka itu tidak mau orang Indonesia maju,mereka maunya kita cuma jadi pemulung dalam bisnis daur ulang sampah, ” Ujar Arianto Purnomo dalam acara Singkronisasi Program Bank Sampah Luwu Timur dengan PPM-PKPM Malili menuju industri daur ulang sampah, di Hotel Ilagaligo Malili,Selasa (27/11/2018)

Menurut Arianto,untuk membuat pabrik daur ulang sampah cukup dengan modal satu miliar, rata-rata di Indonesia bisnis daur ulang sampah ini di kuasai Tiongkok dan Korea.

Kurangnya edukasi,membuat warga Indonesia tidak paham harga ekonomis bijih plastik hasil daur ulang.

” Bijih Plastik yang dihasilkan dari industri daur ulang itu setiap bulannya menghasilkan 150 juta ,dari bijih plastik inilah yang di ekspor ke luar negeri untuk dijadikan lagi berbagai produk” Pungkas Arianto

Nah bagaimana Luwu Timur menangkap peluang ini, Luwu Timur sangat siap, karena sudah punya bank sampah. Mulai desa,Kecamatan dan Kabupaten titik pengumpulan sampah sudah ada. Ini tinggal kemauan saja untuk ekspansi dari pengumpul menjadi industri.

“Jangan khawatir, selama masih ada manusia pasti ada sampah karena setiap manusia akan menghasilkan sampah jadi bahan bakunya tetap tersedia ” jelas Arianto

Arianto mengaku sudah memiliki pabrik daur ulang sampah baik di Kalimantan, Jawa dan Bekasi.

Acara ini di hadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup, anggota bank sampah Lutim, dan PKPM – PPM kecamatan Malili (Ujungpandang Pos/***)