KOTAKU Rubah Wilayah Kumuh di Palopo

0 Komentar

UPOS, Palopo– KOTAKU  yang merupakan program atau Kota Tanpa Kumuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2018 dan 2019 berhasil merubah sejumlah wajah kumuh di Kota Palopo menjadi daerah yang layak huni.

Walikota Palopo, Judas Amir, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini yang menurutnya sukses merubah wajah Kita Palopo jauh lebih baik khususnya di beberapa titik.

Dirinya berharap Kementerian PUPR terus menggelontorkan program KOTAKU ke Kota Palopo sehingga Palopo kedepan zero kawasan hukum.

“Saya sangat mengapresiasi program ini karena berjalan dengan baik dan sesuai target di Kota Palopo. Sebagai pemerintah dan tentunya masyarakat Kota Palopo berharap program ini terus berjalan hingga Palopo benar-benar zero kawasan kumuh,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dirinya mengajak seluruh masyarakat khususnya masyarakat di empat kelurahan di Kecamatan Wara Timur dan Wara Utara untuk menjaga apa yang telah pemerintah berikan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat di Kelurahan Pontap, Surutanga, Pinjalae dan Kelurahan Penggoli untuk bersama-sama menjaga apa yang pemerintah sudah berikan, sudah bangun untuk kita,” ujarnya.

“Apa yang pemerintah bangun merupakan bentuk kepeduliannya kepada kita. Olehnya itu mari bersama-sama kita jaga, tanaman, motor sampah, jalan beton, tiang listrik beserta lampunya, mari kita jaga bersama,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Judas Amir, juga minta para lurah dan RT selalu berfikir agar kelurahan wilayah kerjanya menjadi bersih. Berdikir bagaimana selokan dan drainase di wilayahnya tetap bersih.

“Jangan sampai drainase kita tersumbat sehingga menyebabkan air tergenang dan menggenangi rumah kita dan rumah warga. Selain itu saya juga meminta para lurah dan RT untuk memantau setiap warganya, orang yang masuk di wilayahnya agar dideteksi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator KOTAKU, Muhammad Ismail, melaporkan program KOTAKU di Palopo sudah berjalan dua tahun yakni tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp5 miliar dan tahun 2019 dengan anggaran yang sama Rp5 miliar.

“Tahun ini ada empat kelurahan di dua kecamatan yakni, Kelurahan Pontap sebesar Rp2 miliar meliputi kegiatan rabat beton, drainase dan lampu jalan. Kelutaha Surutanga sebesar Rp500juta meliputi kegiatan rabat beton, drainase, ruang terbuka hijau, lampu jalan dan gerobak sampah,” sebut Muhammad Ismail.

Dua kelurahan lainnya yakni, Kelurahan Pinjalae Rp1,5 miliar meliputi kegiatan rabat beton, drainase, ruang terbuka hijau dan lampu jalan, Kelurahan Penggoli Rp1 miliar meliputi kegiatan rabat beton dan, drainase dan ruang terbuka hijau.(Ujungpandang Pos/Rls/Rizal)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment