Khawatir Begini, Ketua KNPI Ini Tidak Setuju Pilkada Digelar 2020

0 Komentar

UPOS, Makassar– Terkait kerawanan tingginya penyebaran Covid-19 dalam momentum Pilkada serentak, Ketua KNPI Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arham Basmin Mattayang angkat bicara.

Arham Basmin mengaku bahwa pada empat bulan yang lalu dirinya melakukan video conference (Vidcon) dengan Ketua Komisi II, Ahmad Doli Kurnia yang juga mantan Ketua Umum di KNPI. Pada Vidcon itu, Arham Basmin mengusulkan agar Pilkada Serentak ditunda ke tahun 2022 atau bahkan sampai tahun 2023

“Kami yakin betul bahwa jika Pilkada serentak digelar tahun ini, itu efek negatifnya jauh lebih banyak atau lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, “beber Arham Basmin, Sabtu (5/9/2020).

Menurut Arham Basmin, negara ini tidak akan runtuh, daerah ini tidak akan runtuh gara-gara tidak ada satu, dua pasang kepala daerah. “Sudah jelas ada Undang-Undang yang mengatur mekanisme penunjukan pejabat bupati, pejabat walikota, pejabat gubernur dari pada memaksakan Pilkada serentak yang sangat penuh dengan resiko, “tambahnya.

Tetapi usulan yang ditawarkan oleh Arham Basmin ini tidak diindahkan oleh Komisi II dan perangkat lembaga KPU RI.

“Diarahkan seperti apapun untuk mengikuti protokol kesehatan, mereka tidak akan bisa sepenuhnya mengikuti, karena ada evoria. Kita bisa saksikan bagaimana deklarasinya, bagaimana pendaftarannya, semua jago-jagoan kumpul, tidak ada jaga jarak, ada yang tidak pakai masker. Jadi jangan heran sebenarnya kalau ada calon kepala daerah yang positif itu warning. Bahwa sebenarnya lebih banyak pendukung yang sebenarnya positif cuma tidak terdeteksi saja. Nah itulah, sekali lagi saya tetap konsisten menolak diselenggarakannya Pilkada serentak tahun 2020, “tutup Arham Basmin.

Penulis : *
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment