Investor China Siap Talangi Kekurangan Lahan Pembangunan PLTSa Makassar

0 Komentar

UPOS, Makassar- Sejumlah investor luar negeri sedang melirik pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Makassar, namun hingga kini perusahaan asal Tiongkok yang memungkinkan menjadi investor pertama, yakni China National Technical I&E Corp (CNTIC).

Sekretaris Tim Wali Kota Untuk Percepatan Program (TWPP), Saharuddin Ridwan mengungkapkan Pemerintah Kota Makassar dalam proyek ini masih kekurangan lahan, namun pihak CNTIC mengaku siap berinvestasi secara penuh.

“Ketersediaan tanah kan saat ini masih 2,7 hektar yang belum terbayar, namun CNTIC mau full investasi. Dia sudah tanyakan berapa nilai tanah yang belum dibayar. Saya sudah hitungkan kalau 2,7 hektare itu kurang lebih Rp600 miliar. Itu dia sanggup danai,” ucapnya kepada wartawan di Lapangan Karebosi, Senin (6/7/2020).

Sahar mengungkapkan sejauh ini ada tiga investor luar negeri yang mengungkap jika ingin berinvestor.

Yaitu Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) dari Korea Selatan, Japan International Cooperation Agency (JICA) yang berasal dari Jepang, dan terakhir ialah CNTIC.

Namun di antaranya, hanya CNTIC yang telah menyelesaikan prosedur Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan bisnis.

“Yah kalau ini kan baru CNTIC itu, kemudian yang lain belum ada, kalau CNTIC itu tinggal menunggu satu saja, mensosialisasikan hasil daripada FS,” ujarnya.

Sahar mengungkapkan jika pihak CNTIC hanya perlu menunggu jadwal dari Pj Walikota Makassar untuk bisa beraudiensi dalam memaparkan FS untuk berinvestor di PLTSa Kota Makassar

“Kemarin sudah masuk suratnya ke pak Pj Wali Kota, kita sudah berikan untuk meminta waktu ke pak Wali untuk presentasi. Tinggal kita tunggu waktunya pak Wali,” jelasnya. (*)

Penulis : Nurul Ismi
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment