HUT ke 622 Wajo, Bupati Katakan Ini

0 Komentar

UPOS, Wajo– Bupati Wajo, Amran Mahmud menghadiri Hari Jadi Wajo ke-622 di Gedung DPRD Wajo, Senin (29/03/2021).

Ia mengatakan, Hari Jadi Kabupaten Wajo sebagai refleksi untuk mengingat masa lalu perjalanan leluhur.

Dijelaskannya, seiring perjalanan waktu yang panjang ini, Wajo telah melalui berbagai masa yang dinamis, dan tercatat sebagai sejarah yang diwarnai berbagai perubahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Mulai dari kehidupan berbangsa dan bernegara, sampai kepada kehidupan sosial, ekonomi kemasyarakatan, dan kehidupan beragama.

“Peringatan Hari Jadi Wajo ini secara filosofis dimaksudkan untuk menengok masa lalu yang merupakan rangkaian perjalanan leluhur kita, agar dapat dijadikan sebagai pelajaran yang bernilai, dalam menapaki masa kini dan merancang masa depan yang lebih baik,” ujar Amran.

Orang nomor satu di Wajo ini, mengajak untuk menjadikan momen ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk mengisi dan membingkai kembali setiap detik-detik perjuangan tanah Wajo, dengan karya dan prestasi.

“Kita wajib cinta dan bangga sebagai warga tanah Wajo. Rasa cinta dan bangga itu, harus termanifestasikan melalui spirit kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas, sesuai dengan potensi dan kapasitas kita masing-masing, demi meraih cita-cita besar bersama mewujudkan pemerintah amanah, menuju Wajo maju dan sejahtera,” katanya.

Amran juga mengurai berbagai persoalan yang dihadapi, tahun 2019, Wajo mengalami defisit 67,6 miliar rupiah dan banjir yang melanda Wajo. Memasuki 2020, pandemi Covid-19 yang masih terasa dampaknya hingga kini.

“Kesemua tantangan dapat kita atasi bersama, dengan berbagai langkah antisipatif, strategis dan komprehensif. Kinerja pembangunan daerah yang meningkat, dapat dilihat dari perkembangan kondisi ekonomi makro Kabupaten Wajo selama 2 tahun terakhir,” jelasnya.

Ketua DPD PAN ini menyebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wajo mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 yang tumbuh sebesar 1,08% meningkat menjadi 4,06% di tahun 2019, dan melambat menjadi -1,17% di tahun 2020.

Katanya, pertumbuhan yang terkontraksi pada 3 lapangan usaha yang memiliki kontribusi terbesar yaitu sektor pertanian, perdagangan dan konstruksi. Fluktuasi pertumbuhan ekonomi juga berpengaruh pada pendapatan perkapita Kabupaten Wajo, dimana pada tahun 2018p endapatan perkapita sebesar 47,15 juta rupiah meningkat menjadi 49,87 juta rupiah dan akibat pandemi Covid-19, pendapatan perkapita di tahun 2020 menurun menjadi sebesar 49,58 juta rupiah.

Kondisi pelambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan pendapatan perkapita di tengah pandemi Covid-19 juga menambah tingkat sebesar 0,04% menjadi 6,95% di tahun 2020.

Sedangkan di tahun 2018, tingkat kemiskinan Kabupaten Wajo sebesar 7,5% mengalami penurunan di tahun 2019 sebesar 0.59% menjadi 6,91%. Namun tingkat kemiskinan Kabupaten Wajo lebih baik dibandingkan capaian Nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Pandemi covid-19 juga menyebabkan tingkat pungkasnya pengangguran terbuka mengalami peningkatan. Di tahun 2020 tingkat pengangguran terbuka bertambah sebesar 1,33% menjadi 4,33%.

“Padahal di tahun 2019, kita mampu menekan tingkat pengangguran terbuka menjadi sebesar 3,30% dibanding pada tahun 2018 sebesar 3,79%. Indeks pembangunan manusia setiap tahun mengalami peningkatan, di tahun 2018 sebesar 68,57. Meningkat menjadi 69,05 dan di tahun 2020 meningkat lagi menjadi 69,15,” pungkasnya.

Penulis : Arman
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment