Husler Umumkan Brand Lada Luwu Timur Yang Sudah Di Akui Negara

oleh

UPOS, Luwu Timur – Akhirnya Lada Luwu Timur mendapatkan Brand. Namanya Lada Putih Luwu Timur, Demikian disampaikan Bupati Luwu Timur, Muhammad Thorig Husler , Rabu (15/01/2020 ) . Dengan demikian Lada Luwu Timur sudah punya merek yang siap merambah pasar dunia.

Menurut Husler, untuk komuditi Lada, awalnya Pemerintah Luwu Timur mengajukan Branding tersebut bernama Lada Mahalona, ternyata Kalimantan yang menggunakan Brand tersebut, maka dari itu kita merubah brand tersebut menjada Lada Putih Luwu Timur. ” Dan saya sudah di sampaikan Branding ini akan diberikan di Kantor Kementerian Hukum, Dalam waktu dekat ini saya akan dipanggil ke Jakarta untuk menerima Brand tersebut ” Ungkap Husler

Branding ini sangat penting, dimana lewat produksi Lada Putih ini kita memperkenalkan nama Luwu Timur baik di pasaran nasional bahkan pasar dunia. Husler mengakui, setiap tahun Luwu Timur berhasil memproduksi lada sebanyak 4000 ton lebih . Setelah berhasil mendapatkan Brand di sektor Merica, Tugas selanjutnya adalah bagaimana menaikkan lagi harga jual merica, karena saat ini harga merica di Lutim sangat anjlok.

Untuk mempromosikan produk Lada Putih Luwu Timur ini, Husler mengaku sudah membawa merica Luwu Timur ini sampai ke Roma, Jerman, Belanda dan India. Artinya Pemerintah Luwu Timur saat ini terus berupaya melaksanakan keberlanjutan pembangunan untuk menjadi daerah yang mandiri dan lebih maju . Kata Husler

Untuk Komoditi Lada Putih ini, Pemerintah Luwu Timur sudah memikirkan agar Luwu Timur tidak hanya mengirim dalam bentuk biji, namun sudah mengolah lada tersebut menjadi bubuk, dan minyak. Sehingga nilainya tambahnya bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan bagi petani.

” Saya juga memikirkan, bahwa daerah ini tidak boleh selamanya bergantung dengan sektor pertambangan, meski saat ini disektor pertambangan kontribusinya sangat besar buat daerah, tetapi sektor pertanian harus digerakkan juga dengan cara mengelolanya dengan baik sehingga bisa menjadi sumber pendapatan utama bagi daerah Luwu Timur , sehingga saat nikkel habis dari perut bumi Luwu Timur, Luwu Timur sudah siap menghadapi kondisi tersebut “Tutup Ujar Husler. ( UjungpandangPos/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *