Hindari Titipan, Seleksi Paskibra di Lutim Diperketat

oleh

UPOS, Luwu Timur– Seleksi perekrutan Pasukan Pengibar Bandera atau Paskibra Kabupaten Luwu Timur untuk tahun 2018 ini kian diperketat.

Pelatih Paskibra Kabupaten Luwu Timur, Brigpol. Boedy Santoso mengatakan proses seleksi Tim Paskibra Luwu Timur tahun ini di perketat, hal ini untuk mencari peserta yang layak dan menghindari titipan orang tertentu.

“Kami tidak mau kecolongan lagi, proses seleksinya tidak sekedar mengantongi nama, tapi langsung dilengkapi dengan foto, sehingga tidak bisa dibohongi lagi, “ujar Boedy.

Menurut Boedy, saat ini anggota Paskibra sudah memasuki latihan pemantapan. Karena seluruh peserta yang di rekrut sudah memahami materi dasar. “Baru tahun ini kami merasa enak melatih karena pesertanya sudah punya pemahaman dasar berbaris, “kata Boedy.

Untuk membentuk tim Paskibra yang mantap, tiga Institusi dilibatkan untuk melatih, dari Polres Lutim, TNI AD dan TNI AL.

Proses Seleksi ini dilakukan di seluruh SMA dan SMK dan sederajat di Lutim. Hasilnya semua peserta melebihi ukuran standart Paskibra. Ukuran Standartnya yakni untuk pria dengan tinggi badan 163 Cm, sementara untuk wanita 159 Cm. “Yang kami dapat rata-rata 165. Kenapa demikian karena sudah tidak ada lagi peserta titipan, “papar Boedy.

Selain itu, Boedy juga mengaku ada beberapa orang yang berusaha mau menitip anggota keluarganya masuk di barisan Paskibra, namun setelah diseleksi tidak memenuhi syarat dan ditolak.

“Dengan Materi yang ada ini, baru empat hari menjalani latihan, kami sudah bisa membagi barisan. Barisan 17, barisan 8 dan Barisan 45. Ini tidak seperti tahun lalu, lebih berkutat pada latihan dasar baris berbaris, “tambahnya.

Dan selama menjalani latihan fisik baris- berbaris, baru tahun ini tidak ada peserta Paskibra yang jatuh pingsan, yang jika dibandingka tahun sebelumnya hampir tiap hari ada paserta Paskibra yang pingsan.

Untuk menghindari grogi pada hari H nanti, tim pelatih saat ini mengasah mental peserta termasuk mempermantap fisik sehingga bisa tampil prima di hari H nanti

“Yang lalu karena grogi ada peserta yang salah langkah saat mengerek bendera, Insya Allah tahun ini itu tidak terjadi lagi karena saya lihat mental anak-anak semakin baik, “tutupnya.(Ujungpandang Pos/Momo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *