Hari Pertama MotoGP 2020, Rossi Puas Finis ke Lima

0 Komentar

MISANO – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, cukup puas dengan hasil dua sesi latihan bebas di Sirkuit Misano World Marco Simoncelli, Jumat 11 September 2020 malam WIB. Sebab, motor Yamaha YZR M-1 miliknya terbukti bisa tampil kompetitif.

Catatan waktu yang ditorehkan Valentino Rossi pada sesi latihan bebas satu (FP1) MotoGP San Marino 2020 kurang bagus. Ia hanya mencetak waktu satu putaran tercepat 1 menit 33,693 detik. Hasil tersebut menempatkannya di urutan ke-11 dengan selisih 1,495 detik dari rekan setimnya Maverick Vinales.

Beruntung, Valentino Rossi dapat menajamkan catatan waktunya pada FP2. The Doctor menorehkan waktu 1 menit 32,732 detik dan menempati urutan kelima. Dengan begitu, ia hanya terpaut 0,543 detik dari pemuncak klasemen catatan waktu, Fabio Quartararo.

Kedua hasil tersebut membuatnya cukup senang. Sebab, catatan waktu tersebut dapat menjadi pegangan untuk menyetel motor pada sesi-sesi berikutnya guna mendapatkan hasil terbaik. Pun begitu, motor YZR M-1 miliknya masih perlu ditingkatkan lagi.

“Sepertinya motor kami cukup kompetitif dan bisa lebih bagus lagi. Kami harus mengerahkan kemampuan maksimal karena yakin bisa bertarung untuk hasil yang bagus,” papar Valentino Rossi, dikutip dari laman resmi Yamaha MotoGP, Sabtu (12/9/2020).

“Kami harus meningkatkan motor pada beberapa area, tetapi saya sudah mendapat perasaan yang bagus. Posisi lima pada hari pertama adalah hasil yang bagus,” tutup pembalap berusia 41 tahun tersebut.

Hasil yang diraih pada FP1 tidak terlepas dari aspal baru yang melapisi lintasan Sirkuit Misano World Marco Simoncelli, Misano Adriatico. Lapisan aspal baru tersebut membuat Valentino Rossi harus meraba-raba sejak awal sesi latihan bebas.

Hal itu tidak terlepas dari kecerobohan Yamaha yang memilih absen pada sesi tes tertutup di Misano, Juni 2020. Padahal, sejumlah tim seperti Honda dan KTM, menurunkan pembalap pengujinya guna menjajal lapisan aspal baru Sirkuit Misano.

Yamaha bukannya tidak memiliki pembalap tes. Mereka sudah merekrut Jorge Lorenzo sejak Januari 2020. Karena itu, Valentino Rossi heran mengapa Yamaha MotoGP tidak memanfaatkan jasa Por Fuera guna mengumpulkan data penting terkait lapisan aspal baru itu.

“Yamaha seharusnya lebih percaya kepada program tes, tetapi sejujurnya saya tidak tahu alasan mereka. Terkadang, hal-hal yang terjadi di Yamaha sulit untuk dijelaskan,” tutup Valentino Rossi, pada konferensi pers jelang pekan balapan, dikutip dari Crash.

Penulis : *
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment