Hamris : Seleksi Putri Pariwisata Bukan Pemilihan Model

oleh

UPOS, Luwu Timur РKepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga  Luwu Timur, Hamris Darwis menegaskan even seleksi Putri Pariwisata yang akan dilaksanakan Pemerintah Luwu Timur bukanlah even Top Model. Cantik bukan ukuran untuk mewakili daerah menjadi duta Wisata . Demikian ditegaskannya , Kamis ( 14/3/2019)

Menurut Hamris, agar tidak salah persepsi dari even ini, subtansi dari kegiatan ini adalah kegiatan nasional, Peserta akan diseleksi di tingkat kabupaten dulu, setelah lulus baru melangkah seleksi tingkat Provinsi, jika lulus dari seleksi tingkat provinsi ini baru mewakili daerah untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.

Jadi peserta yang akan diseleksi bukan hanya mengandalkan kelebihan rupa yang rupawan saja, tapi memiliki kafasitas dan kuwalitas. Karena mereka ini akan menjadi duta wisata . Dengan demikian harus paham seluk beluk pariwisata Luwu Timur termasuk budaya di Luwu Timur karena even ini juga akan mengangkat kearifan lokal .

” Jangan sampai salah persefsi, ini bukan even model, ini even Putri Wisata yang harus memiliki kecakapan keilmuan juga selain fisik yang menarik ” Ujar Hamris

Bagi Luwu Timur, kegiatan ini diperuntukan membantu pemerintah daerah, tugasnya nanti harus bisa mempromosikan kepariwisataan yang ada di Lutim. Untuk itu harus juga paham bahasa ingris untuk menjelaskan kepada tamu asing yang datang ke Lutim.

Makanya dalam lomba nanti, pesereta selain menguasai Bahasa Asing, juga pahan nilai-nilai luhur budaya di Lutim. Selain itu paham juga karakteristik potensi wisata yang ada di Lutim. ” Nah di Lutim inikan ada Wisata Pantai, Sungai dan danau. Mereka juga harus tahu apa kelebihan wisata Lutim yang tidak ada di daerah lain, semua itu harus dikuasai, sebagai contoh ikan endemik Luwu Timur yang tidak ada di daerah lain , makanya wawasan harus mumpuni ” Pungkas Hamris

Lewat even Putri Pariwisata ini juga, Hamris mengkritisi sejumlah EO yang selama ini menggelar even serupa yang tidak pernah melapor ke dinas Pariwisata. parahnya setelah selesai seleksi tba-tiba datang ke pemerintah minta dibiayai. ” Saya himbau masyarakat untuk hati-hati mengkuti even seperti ini, pilih yang resmi saja, karena sekarang banyak EO menjadikan ini sebagai lahan untuk mencari keuntungan pribadi saja karena setelah selesai seleksi mereka tidak tahu mau diapakan peserta yang lulus seleksi seperti ini ” tandas Hamris ( UjungpandangPos /***)