Gara -Gara Status Inalillahi Yetty Di Gruduk FPI

0 Komentar

UPOS,Luwu Timur – Seorang Ibu rumah tangga di Kecamatan Wasuponda, Yetty Tamu’u meminta maaf kepada umat muslim Luwu Timur gara-gara status di medsos.

Kediamannya di geruduk Laskar FPI Kecamatan Wasuponda yang tidak senang dengan tagar yang di tampilkan Yetty diakun facebooknya yang dianggap berbau Sara. Yetty keciduk menulis tagar #INAlillahikampretStresSos

Saat didatangi laskar FPI Yetty ketakutan dan menagis. Ia tidak menyangka tagar tersebut berbau Sara. Bahkan ia mengaku tidak tahu arti Inalillahi itu. Ia hanya mencopy tagar tersebut dari teman-temannya di facebook.

Meski dalam suasana emosi, laskar FPI tidak main hantam. Karena sebelum bertindak mereka terlebih dahulu berkoordinasi dengan ketua FPI Luwu Raya Rauf Dewang.

Saat itulah Rauf meminta bantuan Polsek Wasuponda dan masalah ini bisa diselesaikan dengan cara beradab.

“Saat rumahnya di temukan laskar FPI, mereka menghubungi saya, saya ditanya rumahnya Yetty sudah ditemukan mau diapakan orang ini, saya langsung bilang jangan diapa-apakan dulu, tunggu saya hubungi Kapolsek Wasuponda ” Ujar Rauf, Selasa (23/4/2019)

Tak berselang lama Kapolsek Wasuponda Iptu Agusman dan anggotanya tiba dilokasi .Selanjutnya masalah ini diselesaikan dengan baik tanpa ada gesekan fisik di Polsek Wasuponda.

Dalam penyelesaian masalah nya Polsek Wasuponda mengundang FPI , tokoh masyarakat, pemuka agama dan FKUB Lutim. Hasilnya Yetty meminta maaf kepada umat muslim karena tidak ada maksudnya untuk menyinggung umat muslim.

Yetty juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan menghapus statusnya di beranda medsosnya.

Rauf Dewang mengatakan, tidak ada larangan untuk bermain dan berinteraksi di medsos. Tapi jangan menyinggung masalah Sara.
Karena jika Sara yang disentuh pasti ada efeknya.

” Sebagai Hamba Allah, Permintaan maaf ini diterima tapi proses hukum tetap jalan.” Tutup Rauf.(Ujungpandangpos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment