Diminta Maju Lagi Warga Bubu Siap Menangkan MTH

0 Komentar

UPOS,Luwu Timur – Warga Dusun Bubu Desa Maliowo Kecamatan Angkona menyatakan diri siap menjadi Tim Sukses buat Husler di Pilkada Luwu Timur 2020.Ini terungkap saat warga setempat mengundang Husler ke Dusun Bubu untuk bersilarurahmi dengan warga setempat.

Silaturahmi ini dilakukan pada , Selasa (17/12/2019). Di kediaman Pak Amri di hadiri ratusan warga setempat termasuk Kades Maliowo dan Kades Manurung.

Menurut Amri, Warga Dusun Bubu solid dan siap memenangkan Husler di Pilkada 2020. ” Kami minta Pak Husler maju lagi untuk kedua kalinya.Insya Allah kami akan jadi mesin penggerak berjuang full memenangkan Husler di Pilkada 2020 ” Ujar Amri

Mereka juga siap menyampaikan hasil pertemuan tersebut dengan sanak keluarga,sahabat dan tetangga.

Husler dalam kesempatan tersebut menyatakan ucapan terimakasih kepada warga dusun Bubu yang masih ingin di pimpin sosok yang bernama Thorig Husler.

Memang, saat ini sudah banyak baliho calon bupati tersebar di Lutim, ini mennadakan Pilkada sudah dekat.

Hari ini kata Husler , saya datang membawa diri kepada keluarga di dusun Bubu dan ternyata warga Bubu sudah merestui saya untuk maju kembali sebagai calon bupati Lutim di Pilkada 2020.

Husler meyakini dengan adanya dukungan tulus seperti ini akan jadi modal untuk bertarung di Pilkada Lutim.

” Saya berterima kasih atas kepercayaan saudara dan keluarga ku di sini, tetaplah bersama saya dan jangan pindah kelain hati ” Ujar Husler

Husler juga menekankan, jangan mudah terpengaruh gombalan politik pihak lain, lihat saja kenyataan yang sudah ada.Dan apa yang sudah dirasakan selama ini.

Terkait isu Lutim berada di bawah Bone dalam hal APBD, Husler mengajak warga Lutim obyektif. Kabupaten Bone itu luas wilayahnya, Penduduknya juga banyak, jadi wajar mereka banyak dapat alokasi anggaran dari pusat. Sementara kita penduduk sedikit dan luas wilayah juga kecil di bandingkan Bone.

Bone APBDnya saat ini sudah 2 T, Sentara kita 1.5 T. Karena masih banyak sumber PAD kita yang belum kita maksimalkan. Seperti Pajak Restoran, Hotel dan Rumah Makan itu belum maksimal. Tempat Wisata , dan Parkir. Ini belum terkelola dengan baik karena masih terbentur dengan sarana dan fasilitas yang masih sementara kita benahi. Terang Husler

Husler mengatakan ini karena isu soal APBD Lutim turun di bawah Kab Bone ini di goreng menjadi isu politik seolah -olah dirinya telah gagal dalam memimpin Lutim.

Padahal dengan anggaran 1.5 T tersebut, anak -anak Lutim dapat  beasiswa dan bisa kuliah ke perguruan Tinggi.Bantuan Kekelompok Tani dan Nelayan lancar, BPJS warga juga gratis.

Tak sampai di situ, untuk mengoptimalkan pelayanan pada masyarakat Kepala Desa di Lutim sudah dapat Kendaraan roda empat untuk oprasional.

Demikian juga dengan Jalan dan Jembatan, boleh di cek jalan desa, jalan tani sisa berapa persen saja yang belum baik. Bayi yang baru lahir gratis akte sampai warga yang meninggal pun gratis akte kematiannya. Termasuk menyediakan mobil jenazah gratis.

” Inilah yang saya maksud lihat sesuai kenyataan yang ada dilapangan rasakan apa yang sudah dinikmati, Dari Lahir sampai meninggal dunia pun saya pikirkan, Insa Allah jika kita merekat kebersamaan ini kedepan akan saya buat lebih baik lagi dari yang ada saat ini. ” Terang Husler

Husler meragukan jika kepemimpinan di Lutim ini berganti dengan yang lain ia khawatir program pro rakyat ini tidak lanjut, akan banyak yang dipangkas. Dan akhirnya membebani masyarakat.

” Sementara saya kata Husler selalu berpikir jika tidak bisa memuaskan warga ku setidaknya di kepemimpinan saya ini bisa mengurangi beban warga ku ” Tandas Husler

Terkait pencalonannya nanti, Husler menyampaikan akan berusaha di usung Golkar, meski lewat Golkar sudah cukup tapi etika Politik elok rasanya kalau berkoalisi dengan Parpol lainnya.

Dalam pertemuan dengan warga Bubu ini Husler di jamu makan bersama dengan warga tanpa meha dan tanpa skat. Semua duduk melantai di rumah Pak Amril. Warga bebas menyampaikan apa saja karena momen itu milik warga Bubu. (UjungpandangPos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment