Dianggap Tidak Profesional Urus PPDB, Plt Kadisdik Makassar: Saya Siap Dicopot

0 Komentar

UPOS, Makassar- Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassara Jalan Anggrek Raya, pada Senin (6/7/2020).

Mereka menilai banyak kejanggalan dalam pelaksanaan PPBD tahun 2020 di Kota Makassar. AMPP menuntut Disdik agar segera memperbaiki server dan website PPBD.

“Banyak masyarakat melapor di web dan tidak ada satupun operator yang kemudian membalas dan menjelaskan ke masyarakat terkait keluhan-keluhan itu, nomor telfon dan WhasApp yang kemudian dipajang itu, sampai detik ini tidak aktif,” ucap Ado selaku Koordinator Lapangan AMPP.

Pihaknya juga menganggap, ada upaya melakukan permainan jaringan server hingga eror yang kemudian tidak dapat diakses.

“Jangan sampai ada orang di belakang ibu pembisik-pembisik kemudian melibatkan proses PPBD ini hancur,” ucap Ado.

Maka dari itu pengunjuk rasa juga memintar Disdik untuk melakukan transparasi sistem PPBD.

“Tidak mengedepankan asas transparansi sehingga berdampak pada persaingan yang tidak sehat, menyulitkan atau memberatkan Masyarakat (Orang tua) calon siswa untuk mendaftarkan anaknya ke Sekolah (TK, SD dan SMP),” papar Ado.

Ado juga mengungkapkan pelaksanaan PPDB tidak efektif karena tidak adanya sosialisasi dan edukasi mengenai teknis sistem sebelumnya oleh Disdik Kota Makassar.

“Padahal sesuai dengan Permendikbud No 44 Tahun 2019, sosialisasi dilakukan selambat-lambatnya satu bulan sebelum PPDB,” ucap Ado.

Menanggapi itu, Plt Dinas Pendidikan, Amalia Malik mengungkapkan jika semua pertanyaan terkait PPBD telah selesai, setelah bertemu dengan berbagai perwalikan peduli pendidikan.

“Kami sudah terima perwakilan forum peduli pendidikan bahkan 2 kali kami bertemu, hari jumat itu pagi dan sesudah jumatan, jadi kami menanggap kami sudah memberikan apa-apa yang sudah menjadi pertanyaan, saya anggap itu sebuah perwakilan,” kat Amalia.

Kemudian menanggapi stigma yang mengaggap ada “permainan” sistem PPBD, Amalia membantah dan mengungkapkan dirinya siap dicopot jika hal itu terjadi.

“Saya pertaruhkan jabatan saya kalau saya melakukan kecurangan. Kalau misalnya mau dicopot saya tidak masalah, tapi saya menjalankan amanah,” tegasnya. (*)

Penulis : Nurul Ismi
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment