Demi Keselamatan, Siswa Dilarang Gunakan Motor

0 Komentar

UPOS, Belawa — Melihat fenomena minimnya keselamatan anak usia sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), Bupati Luwu, H.Basmin Mattayang, akan mengeluarkan surat edaran terkait larangan penggunaan kendaraan bermotor ke sekolah.

Basmin Mattayang memyampaikan langsung hal terssbut kepada 15 guru dan kepala sekolah yang dilantik di ruangannya, Kamis (5/12/2019) lalu. Bahkan meminta Kepala Dinas Pendidikan, Amang Usman, untuk segera menerbitkan surat edaran terkait.

“Pak Kadis, buatkan surat edaran, tidak boleh ada anak SMP dan SD menggunakan motor ke sekolah apa lagi menggunakan mobil. Untuk SMA saya akan komunikasikan dengan Pak Gubernur,” ujar Basmin.

Bupati Luwu dua periode ini mengatakan selain anak SD dan SMP dirinya juga akan melarang anak usia SMA yang belum memiliki SIM untuk menggunakan motor ke sekolah.

Khusus anak SMA Bupati Luwu akan melakukan koordinasi dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, karena urusan SMA sudah kewenangan provinsi.

Ada beberapa alasan Bupati Luwu akan melarang anak sekolah SD sampai SMA gunakan motor dan mobil ke sekolah, diantaranya alasan keselamatan, kapatuhan hukum dan menjaga wibawa guru di mata murid dan siswanya.

“Ini demi keselamatan anak-anak kita. Anak usia ini tentu pula belum cukup umur untuk mendapatkan SIM. Ketika anak kita bermasalah, kecelakaan misalkan, tentu proses hukum akan menyulitkan keluarganya bahkan bisa saja tidak mendapat santunan asuransi,” jelasnya.

Alasan berikutnya lanjut Bupati Luwu adalah untuk menjaga wibawa para guru dihadapan murid dan siswanya. “Ini yang ingin kita bangun, jangan seperti ada kesenjangan antara guru dan siswa,” lanjutnya.

Selain larangan penggunaan kendaraan bermotor, Bupati Luwu, juga meminta kepada seluruh guru di Kabupaten Luwu, agar memperhatikan penggunaan handphone oleh murid dan siswa di sekolah.

“Saya yakin di Luwu tidak terjadi namun di kota-kota besar sudah ada. Ini yang perlu kita antisipasi. Banyak di luar sana siswa hidup mewah, menggunakan HP mahal hingga Rp7 juta namun kenyataannya orang tua mereka susah dan hidup pas-pasan,” ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment