BPJS Ketenagakerjaan, Kepala DKP, Ngopi Bareng Gempita Luwu Utara Bahas Jaminan Kecelakaan Para Petani

oleh
Ket: Kadis DKP Luwu Utara Ngopi Bareng BPJS Ketenagakerjaan dan Gempita Lutra di Warkop Om Daeng Masamba, Senin (2/9/2019)

UPOS, Luwu Utara — Demi menindaklanjuti MoU Gempita Luwu Utara bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Palopo dalam memperjuangkan hak perlindungan jaminan sosial utamanya kecelakaan kerja kepada petani yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani pada tahun lalu.

Pemerintah Luwu Utara melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Luwu Utara, Alauddin Sukri ngopi bareng mendiskusikan tindaklanjut sinergi MoU yang sudah di programkan BPJS Ketenagakerjaan dan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Luwu Utara di warkop “Om Daeng” Jalan Simpurusiang, Masamba, Luwu Utara, Senin (02/9/2019).

Kadding, bersama Ilyas dari Gempita Luwu Utara,  Menceritakan awal gagasan ini kita program ketika kala itu, adanya warga tani dari Desa Pattimang yang tertimpa musibah terkena pisau mesin babat rumput pada kaki nya sampai terputus hingga dokter putuskan untuk di amputasi, “singkatnya.

Sementara Kepala Unit BPJS Ketenagakerjaan Luwu Utara, Gazali mengatakan bahwa untuk menuntaskan program ini berjalan masif dengan baik maka memang perlu sosialisasi. Dan itu sudah kami lakukan di beberapa wilayah kecamatan Luwu Utara. “Alhamdulillah pak kadis, bahwa petani merespon dengan baik. Bahkan sudah banyak mengambil formulir, “imbuhnya.

Lanjut Dia, Hanya saja. Kami sampaikan baru sebatas sosialisasi. Karena ada segala syarat yang perlu dilengkapi demi berjalannya sesuai MoU Gempita Luwu Utara – BPJS Ketenagakerjaan, maka admin aplikasi Penggerak Jaminan Sosial (Perisai).

“Kami mohon kerjasama nya dengan pak kadis, agar mengutus 3 orang perwakilan PPL yang mengetahui teknologi untuk dibina menjadi admin aplikasi Perisai, “harapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Luwu Utara, Alauddin Sukri mengapresiasi hal tersebut. Tentu kita support karena sangat positif bermanfaat kepada para petani dan juga memang perlu dilindungi keselamatan dalam bekerja.

Selain itu, Alauddin juga jelaskan teman PPL yang nanti jadi admin di masing masing kecamatan adalah admin BPP karena mereka sudah paham teknologi.

Sekedar diketahui bahwa usai penugasan admin di masing masing BPP yang dijadikan pilot project, maka selanjutnya akan dilakukan pelatihan bersama Gempita Luwu Utara dan BPJS Ketenagakerjaan. (Kadding)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *