BKPSDM Luwu Gelar Diklat Teknis Pengelolaan Keuangan, Ini Kata Ahkam Basmin

0 Komentar

UPOS, Luwu– Seluruh bendahara pengeluaran kelurahan dan kecamatan se Kabupaten Luwu mengikuti Diklat Teknis Pengelolaan Keuangan yang digelar oleh Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu bekerjasama dengan BPSDM Provinsi Sulsel.

Kegiatan tersebut digelar di Hotel Borneo, Belopa, Kab. Luwu selama lima hari, mulai 23- 27 November 2020 mendatang.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Luwu, Andi Ahkam Basmin menyampaikan bahwa Diklat kali ini diikuti oleh seluruh bendahara di tingkat kelurahan dan kecamatan sebanyak 40 orang.

Selain itu, Ahkam menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu atau pemahaman kepada para bendahara tentang pengelolaan keuangan hingga penyusunan dan pelaporan keuangan.

“Kurangnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan khususnya tentang pertanggungjawaban, akibatnya sejumlah OPD mengalami keterlambatan pelaporan keuangan, kenapa ini terjadi karena mereka tidak menguasai pekerjaannya, “ujar Ahkam.

“Olehnya itu, BKPSDM Kabupaten Luwu bekerjasama dengan BPSDM Provinsi melaksanakan Diklat ini. Kita berharap, teman-teman bendahara utamanya yang ada di keluarahan dan kecamatan memahami tugas mereka sehingga kedepan tidak ada lagi kesalahan dan keterlambatan tugas dari bendahara, “tambahnya.

Ahkam juga menyebutkan, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak mesti ada pelanggaran korupsi dalam sebuah kegiatan. Tetapi sejumlah temuan dikarenakan tidak baiknya pelaporan oleh bendahara.

“Kita ingin, sekarang dan kedepan Luwu lebih baik dalam segala hal. Bukan hanya dalam pembangunan infrastruktur tetapi juga pembangunan SDM, baik masyarakatnya maupun SDM para ASN, “kata Ahkam.

Sementara itu, Asisten III Pemkab Luwu, Baharuddin, mewakili Bupati Luwu, Basmin Mattayang, menyampaikan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di Luwu tidak takut menerima jabatan sebagai bendahara ketika diamanatkan kepadanya.

Dirinya menyampaikan jabatan bendahara harus berangkat dengan niat yang baik. “Jabatan bendahara memerlukan dua hal yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang bendahara yang handal. Pertama dimulai dari niat yang baik. Jika dimulai niat buruk tentu hasilnya buruk dan jika diawali dengan niat yang baik, maka baik pula hasilnya, baik bagi bendahara dan baik pula bagi OPD nya, “ujarnya.

Disebutkan mantan Kepala Dinas Sosial ini, beberapa waktu sebelumnya sejumlah ASN di Kabupaten Luwu tidak berminat bahkan menolak jabatan bendahara ketika diamanatkan oleh pimpinannya.

“Sehingga ada beberapa OPD yang kesulitan mencari bendahara. Ada yang memenuhi syarat namun tidak mau dengan alasan takut. Saya bilang jika anda bekerja dengan niat yang baik apa yang ditakutkan, selama kita berjalan sesuai koridor dan tata kelolah yang baik maka tidak ada yang menjadi kendala dan perlu ditakutkan, “tambah Baharuddin.

Olehnya itu, Baharuddin berharap melalui Diklat pengelolaan keuangan bagi bendahara bisa memetik ilmu dan menerapkannya di lapangan dalam pekerjaannya.

“Bapak Bupati berpesan, diklat ini jangan dianggap sebagai seremonial saja. Negara ini mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk mengadakan kegiatan seperti ini. Jangan disia- siakan, jangan datang kosong kembali kosong. Saya berharap peserta meggikuti kegiatan ini dengan serius dan bersungguh-sungguh, “tutup Baharuddin.

Penulis : *
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment