Begini Harapan Gubernur ke Pj Walikota Makassar

oleh
Kepemimpinan M. Iqbal Suhaeb sebagai Penjabat (Pj) Walikota Makassar bisa menormalkan kembali pemerintahan.(Foto : Hms)

 

UPOS, Makassar– Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah (NA) berharap di bawah kepemimpinan M. Iqbal Suhaeb sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar bisa menormalkan kembali pemerintahan.

“Kita berharap dengan hadirnya Pj Wali Kota Makassar ini bisa menormalkan kembali pemerintahan. Saya ingin bapak kerja tanpa gangguan. Perkembangan Indonesia bagian timur berpusat di Makassar dan ini harus bertumbuh dengan baik, “ungkap Nurdin Abdullah dalam sambutannya, di Balaikota Makassar, Senin (13/5).

Selain pemerintahan, Gubernur Sulsel juga berharap Iqbal Suhaeb membangun generasi muda yang baik, penyaluran anak didik serta pengaturan zonasi guru dan kepala sekolah.

“Pak Iqbal (Pj Walikota Makassar) harus membangun generasi yang kuat di tingkat SD, SMP dan kita berharap menempatkan orang sesuai dengan potensi dan kompetensi masing-masing, dan penempatan guru harus sesuai zonasi, “tegas mantan Bupati Bantaeng 2008-2018 ini.

Selain itu, Prof Nurdin Abdullah juga berharap, dengan hadirnya pemimpin baru Kota Makassar ini bisa mengatasi permasalah yang ada saat ini.

Kemacetan setiap hari semakin bertambah. Salah satu faktor penyebabnya yakni penggunaan kendaraan pribadi yang meningkat. Penambahan kendaraan dengan kondisi jalan di Kota Makassar.

“Pengantaran anak sekolah mengunakan satu mobil satu orang. Nah, harus diatur zonasi sekolah, zonasi guru, “jelas NA.

Ke depan Nurdin Abdullah berharap khusus untuk Kota Makassar harus disediakan fasilitas trotoar bagi pejalan kaki dan jalan Metro Tanjung Bunga dikembalikan kepada Pemerintah.

“Kita sediakan akses pejalan kaki dan nanti jalan di Tanjung Bunga ini harus diserahkan kepada pemerintah dan nanti tidak ada lagi pedagang kaki lima di atas trotoar jalan, “harap Nurdin.

Yang paling penting baginya, di tangan Iqbal Suhaeb sebagai Pj Wali Kota Makassar bisa menjaga nama baik dan citra pemerintah.

“Saya kira kita menjaga nama baik pendahulu kita. Jangan sampai kita nama baik dan merusak citra pemerintahan kita,” pungkas alumni Unhas Makassar itu. (Ujungpandang Pos/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *