Australia Bantu Pengembangan Sapi Sulsel

oleh

UPOS,┬áMakassar– Pemerintah Australia mengaku siap membantu total pengembangan sapi yang akan menyokong Sulsel sebagai lumbung daging nasional. Bentuk keseriusan itu, Australia mengirim delegasi ke Sulsel untuk meninjau daerah yang bisa dijadikan basis pengembangan sapi.

Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah menilai kerja sama dengan Australia memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia secara umum dan lebih khusus lagi bagi Sulsel yang sedang menggalakkan program penggemukan sapi.

Hal itu dijelaskan Nurdin Abdullah saat menerima delegasi Australia di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (26/8).
Rombongan dipimpin Konsulat Jenderal Australia di Makassar Richard Mathews. Delegasi Australia ini akan melihat potensi pengembangan sapi di Parepare, Sidrap, Enrekang, Bone, Polopo, Masamba, Seko dan Rampi.

Menurutnya, potensi kerjasama dengan Australia sangat besar dan memiliki nilai ekonomi tinggi untuk kesejahteraan rakyat.

Nurdin Abdullah, menjelaskan Australia memiliki ahli dalam sektor peternakan. Sementara Pemerintah Sulsel, memiliki program mengembalikan status sebagai produk ternak.

Sebagai negara tropis, Nurdin Abdullah mengaku malu jika Indonesia selalu mengimpor daging.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu berharap kunjungan delegasi Australia ke beberapa daerah di Sulsel, memberi sebuah nuansa baru bagi daerah ini untuk betul-betul merealisasikan proyek pengembangan dan penggemukan peternakan.

Diketahui Seko dan Rampi di Luwu Utara memiliki potensi yang besar untuk pengembangan peternakan sapi. Nurdin Abdullah berharap, ke depan di Sulsel menjadi daerah penghasil daging dan juga susu.

“Target Pemprov Sulsel untuk jadi lumbung daging nasional segera terwujud,” ujarnya.

Apalagi, beberapa peternak di Sulsel sudah sukses mengembangkan sapi dengan berat 1.8 ton per ekor yang ada di kabupaten Bone.

“Kalau semua daerah khususnya di Seko dan Rampi bisa. Saya yakin, upaya jadikan Sulsel sebagai lumbung daging nasional akan cepat terealisasi,” katanya.

Sementara, Richard mengaku pihaknya bersedia menyediakan indukan sapi untul merealisasikan program Pemerintah Sulsel sebagai daerah penghasil utama daging di Indonesia.

Richar berharap ke depan di Sulsel, ada standard yang baku dalam pengembangan peternakan sapi dan proses pemindahan ternak sapi dari daerah yang satu ke daerah tujuan.
“Rumah potong hewan juga harus standar,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *