Alimuddin Nasir : Bukan PSBB , Bukan Pula Lockdown, Seperti inilah Maunya Warga

oleh

UPOS, Luwu Timur – Kecamatan Towuti memberlakukan pengetatan wilayah menyusul dinyatakan satu orang warganya positif Corona. Kebijakan ini diambil untuk menyelamatkan warga Kecamatan Towuti dari terpaparnya Virus Corona . Demikian kata Camat Towuti Alimudin Nasir saat dikonformasi di Posko BPBD Luwu Timur . Kamis (30/04/2020 ) .

Warga dari luar tidak boleh bermalam di Towuti sekali pun itu ia mengunjungi  keluarganya, Pasar di buka  setiap hari tetapi jam buka nya dibatasi cukup sampai siang saja. Khusus warga dari Sulawesi Tenggara yang ingin berbelanja tetap di izinkan namun setelah itu di suruh pulang kerumahnya masing-masing.

Bagi mobil-mobil pembawa logistik kebutuhan hidup sehari-hari tetap diperbolehkan masuk namun setelah menurunkan barangnya juga harus segera meninggalkan Kecamatan Towuti.

Selanjutnya masyarakat Towuti yang ingin melakukan perjalanan keluar daerah harus mengambil surat kererangan dari desa masing-masing. Termasuk melarang mobil amngkutan umum masuk ke Towuti termasuk mobil pribadi yang mengangkut penumpang. Juga melarang yang mengangkut pupuk kandang masuk ke Towuti. Seluruh warga di kecamatan Towuti diminta menghubungi keluarganya yang berada di luar kecamatan setempat untuk menyampaikan Pemberlakukan kebijakan ini sehingga ketika meraka datang ke Towuti  tidak menjadi kegaduhan.

Menurut Alimuddin kebijakan pengetatan wilayah ini atas keinginan masyarakat Towuti itu sendiri. ” Mereka sadar jika tidak ada pemberlakuan khusus maka wabah Corona ini akan menular  cepat kemasyarakat , Akhirnya seluruh Kepala Desa, dari pihak TNI, Polsek, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan Anggota DPRD  Dapil Tersebut  melakukan rapat sehingga lahirlah 10 point  pemberlakuan khsusus di wilayah Towuti ” Terang Alimudin Nasir.

Alimuddin Nasir menyebut kebijakan itu bukan PSBB, Bukan pula Lockdown. Ya seperti itulah yang dikehandaki masyarakat. Inilah yang diterapkan sekarang di Kecamatan Towuti.

Setelah ada satu kasus Positif Corona di Towuti, Ia melihat masyarakat secara sadar memproteksi diri mereka, Penjual Takjil yang sebelumnya tidak dilarang secara sukarela masyarakat ada yang sudah mengangkat mejanya menutup tempat jualan mereka.

Kecamatan Towuti saat ini sudah menjadi Zona Merah Covid-19. Langkah pemutusan penyebaran Virusnya harus dilakukan secara bersama-sama.Apalagi saat ini jumlah OTG di kecamatan Towuti sudah bertambah lagi . ” Apalagi saat ini kami di Towuti terus mencari siapa saja warga yang sempat kontak dengan warga kami yang sudah positif tersebut . Ini bukan pekerjaan mudah, Olehnya itu diminta kesadaran bagi warga Towuti pernah kontak dengan yang bersangkutan segera memeriksakan dirinya ke Puskesmas . ( UjungpandangPos/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *