Ahkam Berikrar Siap Besarkan Pemuda Pancasila di Luwu

0 Komentar

UPOS, Luwu — Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu, Andi Muhammad Ahkam Basmin menyatakan ikrar membesarkan Pemuda Pancasila di Luwu setelah prosesi pelantikan, di Aula Kantor Bappeda, senin, 16 desember kemarin

Dikatakan Ahkam, sejak terpilih sebagai ketua pada 4 agustus 2019 lalu, dirinya berkomitmen menancapkan tiang organisasi Pemuda Pancasila di Kabupaten Luwu sekokoh mungkin.

“Saya sadar ini suatu amanah besar untuk menahkodai organisasi Pemuda Pancasila di Luwu. Organisasi yang sarat prestasi, penuh catatan perjuangan dan selalu berdiri pada garda terdepan membela keutuhan NKRI,” ujarnya.

“Kita harus berikrar kemajuan Pemuda Pancasila di Luwu dan Sulsel. Tidak kalah penting yakni organisasi bertekad menjaga keabadian Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara,” tambahnya.

Lanjut Ahkam, sejarah perjalanan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu pada kepengurusan sebelumnya betul-betul mandiri bahkan hampar tanpa dukungan pemerintah setempat.

“Dari situ karakter mandiri MPC Pemuda Pancasila terbentuk dan tetap dapat menjadi organisasi besar dan diperhitungkan di Luwu. Insha Allah, pada kepengurusan kali ini, kita dapat support dari pemerintah, ini yang harus memacu kita untuk memberikan yang terbaik bagi organisasi dan masyarakat,” tambahnya.

Ahkam mengatakan dirinya memahami pemuda sebagai pelanjut dan calon pemimpin harapan bangsa. Dirinya akan membawa Pemuda Pancasila sebagai pemuda harapam bangsa, memiliki kekuatan dan memiliki innovasi serta semangat juang yang tangguh.

“Oleh karena itu Pemuda Pancasila adalah sebuah organisasi, maka tentu ada pengkaderannya sekaligus sebagai ajang silaturrahim,” katanya.

Terkait organisasi MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu, dihadapan Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, St. Diza Rasyid Ali, Ahkam, melaporkan komposisi kepengurusan.

Disebutkan, komposisi MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu, penuh warna dan sangat kompleks. Terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, agama dan kepakaran.

Pada aspek gender Pemuda Pancasila Luwu juga memberikan komposisi bagi kaum perempuan, demikian juga latar belakang kemampuan dan keterampilan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, St. Diza Rasyid Ali, sangat mengapresiasi semangat Pemuda Pancasila Luwu.

“Saya masuk di Luwu suasana semangatnya sangat membuat saya bangga. Energinya luar biasa dan inilah aset yang dimiliki Luwu. Kehadiran kami di sini bukan hanya sekdear, tapi diatur dalam ADRT. Kami tidak dididik di Pemuda Pancasila memegang jabatan dan untuk gagah gagahan,” katanya.

“Saya ingat betul waktu Arham Basmin menjadi Ketua MPC, begitu mandiri mereka dan kami tidak lepas, terus kami support, apa lagi sekarang pasti bisa lebih besar dan kami suport pula,” tambahnya.

Dijelaskan Diza, kehadirannya di Luwu Raya dalam rangka konsolidasi organisasi, pelantikan MPC di 24 kabupaten dan kota. Dalam kesempatan kemarin, dirinya menyanpaikan sejumlah pesan kepada Ketua MPC yang baru.

“Pertama, wajib pengurus ditingkat kecamatan dan keluraan dan desa, pelantikan bandan-badan dan lembaga perangkat organisasi sebagai pelaksana program, serta penyeragan KTP, karena Pemuda Pancasila tidak mengenal kader yang tidak memiliki KTA, karena dalam KTA ada hak dan kewajiban sebagai kader,” tegasnya.

Diza juga berpesan MPC juga harus melaksanakan rapat kerja cabang minaml dua kali dalam satu masa periode. ‘Kita bukan organisasi yang kecil walaupun banyak yang melihat Pemuda Pancasila sebelah mata. Kita tidak membeda-bedakan, tidak ada anak buah semua adalah kader, kita adalah satu kelurga, kita dikenal militan kompak namun mandiri, tidak alergi dengan partai, kami ada di mana-mana tapi tidak kemana-mana, kami satu komando,” tambahnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Dikpora, Alamsyah, mewakili Bupati Luwu, mengungkapkan Pemuda Pancasila, adalah salah satu organisasi penyelamat Pancasila dan NKRI.

“Kami yakin dan percaya dibawa kepemimpinan Ahkam, mampu memperkuat keutuhan bangsa yang akhir-akhir terkikis karena kemajuan global,” katanya.

Alamsyah, mendorong Pemuda Pancasila, sebagai agen perubahan atau Agent Of Change. Genarasi adalah bagian dari pemegang estafet perjuangan dalam mengisi pembangunan.

“Kami harapkan Pemuda Pancasila terus membangun nilai-nilai kebersamaan, tampil, berprestasi, berdaya saing dan berwawasan global,” kuncinya.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment