Ada Apa?, Barang Bukti Jaminan Fidusia Dipasangi Plat Palsu

oleh
Objek jaminan fidusia kendaraan roda empat Avanza G, Nopol DD 1529 RA berubah plat.

UPOS, Makassar– Objek jaminan fidusia kendaraan roda empat Avanza G, Nopol DD 1529 RA berubah plat gantung saat menjadi barang bukti di Polsek Tallo. Diduga ini ulah oknum penyidik.

Objek fidusia dimaksud kini berada dalam pengamanan Polsek Tallo Polres Makassar setelah menjadi barang bukti atas laporan Ilham yang merupakan pengusaha showroom.

Ilham membeli dari Kahar, seorang PNS dengan surat-surat termasuk BPKB. Saat kendaraan akan dijual oleh Ilham dan dilakukan crosscek baru terbongkar jika BPKB palsu.

Ilham kemudian melaporkan Kahar ke Polrestabes Makassar, namun terjadi kesepakatan bila Kahar bersedia mengembalikan uang hasil penjualan ke Ilham. Tahap pertama Kahar telah mengembalikan sebesar Rp40 Juta dan sisa baru akan dilunasi dua bulan kemudian. Hanya saja, hingga waktu ditetapkan dikabarkan Kahar belum memenuhi kewajibannya.

Masalah semakin runyam, ternyata kendaraan yang diperjual belikan adalah objek jaminan fidusia PT Taf dengan debitor Nurhayati Rahiem Sarro.

Nama terakhir ini yang merentalkan jaminan dimaksud kemudian BPKB kendaraan tersebutdiakal-akali layaknya asli.

Mengetahui objek jaminan fidusia berada di Polsek Tallo, PT TAF  berusaha mengecek dan benar kendaraan tersebut terparkir di depan Mapolsek Tallo. Hanya saja, Nopol yang digunakan telah berubah menjadi DD 8677 RU.

“Saya kaget saat menemukan kendaraan tersebut pakai plat gantung dan diakui jika dilakukan oleh oknum penyidik, “ujar Danil Siradjuddin.

Selain itu, Menurut Danil, oknum penyidik mengakui jika perubahan nomor polisi tersebut  sengaja dilakukan sebab kendaraan berupa barang bukti ini dipakai untuk mengembangkan pengungkapan kasus yang sementara ditangani. “Perubahan Nopol dan pemakaian kendaraan tersebut  tanpa izin pemegang jaminan fidusia, “keluh Danil.

Tindakan pemakaian plat gantung ini juga diduga dilakukan oknum penyidik Polsek Tallo, dan dianggap menjadi contoh yang buruk dan perlu ditelisik petinggi kepolisian.(Ujungpadang Pos/Alfian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *