250 Hektar Jagung Terserang Ulat Grayak, Kadis DKP Luwu Utara Langsung Turun Lokasi Memantaunya

oleh
oleh
Ket: Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Luwu Utara, Alauddin Sukri terjun langsung memantau kondisi hama yang menyerang jagung petani di Desa Tandung Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara, Senin (11/11/2019): ft/Int.

UPOS, Luwu Utara — Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Luwu Utara, Alauddin Sukri terjun langsung memantau kondisi hama yang menyerang jagung petani di Desa Tandung Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara, Senin (11/11/2019).

Kunjungan tersebut berdasarkan keluhan masyarakat tani yang dilaporkan PPL Desa Tandung Kecamatan Malangke kepada dirinya terkait ratusan hektar lahan jagung terserang ulat grayak.

Saat di konfirmasi media ini, Alauddin mengatakan bahwa luas areal tanaman Jagung berkisar 250 Ha yang terserang ulat grayak dari total luasan tanaman 3000 Ha.

“Rata rata usia tanaman Jagung 10-45 hari setelah tanam (HST) yang terserang ulat grayak, “ujarnya.

Alauddin didampingi, Kepala BPP Malangke dan Fasilitator Desa Readsi Desa Baku Baku bersama Ketua Kelompok Tani Sipakainge H. Jumaidin dan beberapa anggota dan pemilik kebun dengan luasan tanaman berkisar 50 Ha melihat kondisi ulat grayak jagung tersebut yang melengket di pucuk daun.

“Dampak ulat grayak jagung tersebut dapat mengkerdilkan tanaman dan berpengaruh turunnya produksi jagung, “paparnya.

Namun, Kata Alauddin, dirinya sudah berkordinasi bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Luwu Utara untuk mengatasi ulat grayak jagung tersebut.

“Petani Jagung dapat mengatasi serangan ulat grayak dengan melakukan Penyomprotan kimia atau nabati pada malam hari, “tuturnya. (#)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *